Sukses

Pengertian Cymbalta

Cymbalta adalah sediaan obat yang dapat digunakan untuk mengobati depresi dan gangguan kecemasan. Selain itu, Cymbalta yang masuk ke dalam kelompok Selective Serotonin Norepinephrine Reuptake Inhibitors (SSNRIs) ini juga dapat digunakan untuk meredakan rasa nyeri akibat kerusakan saraf yang berhubungan dengan diabetes. Dalam mengatasi gejala-gejala depresi atau gangguan kecemasan, Duloxetine bekerja dengan cara meningkatkan aktivitas senyawa kimia (serotonin dan norepinefrin) di dalam otak.

Keterangan Cymbalta

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antidepresan atau Obat untuk Nyeri Neuropatik.
  • Kandungan: Duloxetine 60 mg.
  • Bentuk: Kapsul.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @7 Kapsul.
  • Farmasi: Bayer Indonesia

Kegunaan Cymbalta

Cymbalta digunakan untuk mengobati depresi, gangguan kecemasan yang umum, rasa nyeri yang berhubungan dengan diabtes neuropati, dan nyeri musculoskeletal kronis.

Dosis & Cara Penggunaan Cymbalta

Penggunaan Cymbalta harus dikonsultasikan dengan Dokter. Aturan penggunaan Cymbalta

  • Dosis awal sebanyak 60 mg: 1 kali dalam sehari. Untuk dosis maksimal: 120 mg 3 kali sehari.

Efek Samping Cymbalta

Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Cymbalta adalah:

  • Rasa mual, mulut kering, sembelit, dan diare.
  • Rasa lelah, kesulitan tidur, dan pusing.
  • Kemungkinan terjadi kejang-kejang.
  • Disfungsi seksual (rasa seksual yang menurun dan orgasme yang terlambat).

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Cymbalta pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Gangguan hati dan ginjal berat.
  • Hipertensi yang tidak terkontrol.
  • Glaukoma sudut sempit (kerusakan saraf mata akibat meningkatnya tekanan pada bola mata).
  • Menggunakan MAO inhibitor atau pernah menggunakannya dalam kurun waktu 14 hari.
  • Menggunakan bersama dengan inhibitor CYP1A2 yang poten (misalnya: ciprofloxacin, enoxacin).

Interaksi Obat
Berikut ini adalah beberapa interaksi obat yang umumnya terjadi pada penggunaan Cymbalta:

  • Hindari mengonsumsi obat MAO inhibitor bersama dengan Cymbalta karena dapat berakibat fatal pada kondisi kesehatan.
  • Beberapa obat, seperti cimetidine dan antibiotik tertentu, dapat menghambat keluarnya duloxetine dari tubuh jika dikonsumsi secara bersamaan.
  • Obat clopidogrel, obat antiinflamasi non-steroid (OAINS), dan pengencer darah dapat mengakibatkan perdarahan atau memar jika dikonsumsi bersamaan dengan Cymbalta.
  • Harap berhati-hati bagi yang mengonsumsi obat antihistamin, pereda nyeri, obat tidur, atau obat pelemas otot, karena kombinasi dengan Cymbalta dapat meningkatkan efek kantuk (sedasi).
  • Konsumsi aspirin bersama dengan Cymbalta juga dapat memperbesar risiko perdarahan.
  • Sedangkan konsumsi obat peningkat serotonin bersama dengan duloxetine dapat memperbesar risiko terkena sindrom serotonin.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Cymbalta ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait