Sukses

Pengertian Cyanocobalamin

Cyanocobalamin yang sering disebut dengan vitamin B12 digunakan untuk pasien yang mengalamin kekurangan vitamin B12. Cyanocobalamin sangat penting untuk pertumbuhan, hematopoiesis dan nukleoprotein (pembentukan sel darah merah dan protein), serta sintesis mielin. Cyanocobalamin juga berpartisipasi dalam metabolisme lemak dan karbohidrat serta sintesis protein.

Keterangan Cyanocobalamin

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Vitamin B Kompleks, Hemapoetin
  • Kandungan: Cyanocobalamin 1000 mcg; Cyanocobalamin 500 mcg
  • Bentuk: Injeksi
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Vial 10 mL; Vial 1 mL; Vial 8 mL
  • Farmasi: Ipha Laboratories; Lucas Djaja; Global Multi; Indofarma; Ikapharmindo.

Kegunaan Cyanocobalamin

Cyanocobalamin digunakan sebagai terapi pengobatan pada pasien anemia pernisiosa dan makrositik.

Dosis & Cara Penggunaan Cyanocobalamin

Cyanocobalamin injeksi termasuk dalam golongan obat keras, sebaiknya penggunaan obat ini sesuai dengan anjuran resep dokter dan dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Anemia pernisiosa dan makrositik
Dewasa: 250-1000 mcg, diberikan pada hari-hari alternatif selama 1-2 minggu, kemudian 250 mcg setiap minggu sampai jumlah darah kembali normal. Dosis pemeliharaan: 1000 mcg, diberikan setiap bulan.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius. Lindungi dari kelembaban dan cahaya.

Efek Samping Cyanocobalamin

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Cyanocobalamin, antara lain nyeri dan bengkak di area injeksi.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Cyanocobalamin pada pasien yang memiliki indikasi hipersensitif terhadap Cyanocobalamin.

Kategori kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Cyanocobalamin ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait