Sukses

Pengertian Cupanol

Cupanol adalah obat yang mengandung Paracetamol sebagai zat aktifnya. Cupanol digunakan untuk membantu untuk menurunkan demam pada anak dan bayi. Cupanol juga digunakan untuk membantu mengobati nyeri ringan sampai sedang (sakit kepala, periode menstruasi, sakit gigi, sakit punggung, osteoarthritis, atau nyeri dingin atau flu dan nyeri).

Keterangan Cupanol

  • Golongan: Obat Bebas
  • Kelas Terapi: Analgesik dan Antipiretik
  • Kandungan: Paracetamol 120 mg/5 mL
  • Bentuk: Sirup
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Dus, Botol @ 60 mL
  • Farmasi: Guardian Pharmatama.

Kegunaan Cupanol

Cupanol merupakan obat untuk membantu menurunkan demam pada anak dan bayi, dan meredakan sakit kepala, sakit gigi, serta nyeri ringan lainnya.

Dosis & Cara Penggunaan Cupanol

Cara Penggunaan Cupanol adalah sebagai berikut:

  • Bayi usia 3 bulan - 1 tahun: diminum 3 kali sehari ½-1 sendok teh (2.5-5 mL).
  • Anak usia 1-6 tahun: diminum 3 kali sehari 1-2 sendok teh (5-10 mL).
  • Anak usia 6-12 tahun: 3 kali sehari 2-3 sendok teh (10-15 mL).

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 20-25 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Cupanol

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Cupanol, antara lain:

  • Demam
  • Ruam Kulit
  • Sakit tenggorokan
  • Sariawan
  • Nyeri punggung
  • Tubuh terasa lemah
  • Kulit atau mata berwarna kekuningan
  • Timbul lebam pada kulit
  • Urine berwarna keruh atau berdarah
  • Tinja berwarna hitam atau BAB berdarah

Kontraindikasi
Hindai pemberian pada menderita gangguan ginjal atau hati.

Interaksi Obat

  • Dapat meningkatkan risiko perdarahan, jika digunakan bersamaan dengan warfarin.
  • Menurunkan efek paracetamol, jika digunakan dengan carbamazepine, phenytoin, phenobarbital, cholestyramine dan imatinib.
  • Meningkatkan efek samping obat busulfan.
  • Meningkatkan kemungkinan munculnya efek samping paracetamol, jika digunakan dengan metoclopramide, domperidone dan probenecid.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Cupanol ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Overdosis

  • Gejala overdosis Cupanol yang timbul adalah pucat, mual, muntah, anoreksia, sakit perut, asidosis metabolik, kelainan metabolisme glukosa. Setelah 12-48 jam konsumsi, dapat terjadi kerusakan hati, yang dapat menyebabkan ensefalopati, perdarahan, hipoglikemia, hipotensi, edema serebral, aritmia jantung, dan pankreatitis.
  • Jika terjadi overdosis berikan arang aktif dalam waktu 1 jam konsumsi (oleh tenaga medis). Tentukan konsentrasi plasma Paracetamol ≥4 jam setelah konsumsi. Pemberian N-asetilsistein seacra intravena dapat digunakan hingga 24 jam setelah konsumsi (paling efektif jika diberikan dalam 8 jam). Sebagai alternatif, metionin oral juga dapat diberikan jika terjadi muntah.
Artikel
    Penyakit Terkait