Sukses

Pengertian Cortigen

Cortigen adalah produk obat dengan bentuk sediaan krim yang diproduksi oleh Mulia Farma Suci. Cortigen memiliki kandungan zat aktif Hydrocortisone acetate, obat ini digunakan untuk meredakan peradangan (inflamasi), alergi dan kelainan kulit.

Keterangan Cortigen

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Kortikosteroid
  • Kandungan: Hydrocortisone 2.5%
  • Bentuk: Krim
  • Bentuk Penjualan: Tube
  • Kemasan: Tube @ 5 gram
  • Farmasi: Mulia Farma Suci.

Kegunaan Cortigen

Cortigen digunakan sebagai pengobatan dermatosis kortikosteroid responsif, seperti ruam, kemerahan, dan peradangan kulit.

Dosis & Cara Penggunaan Cortigen

Cortigen termasuk dalam golongan obat keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan anjuran dan resep dokter.

  • Dermatosis kortikosteroid responsif
    Dewasa: 0.1-2.5% krim/salep/lotion: oleskan tipis ke area yang terinfeksi, 1-2 kali sehari.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu antara 15-30°C.

Efek Samping Cortigen

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Cortigen, antara lain:
Atrofi kulit (kerusakan jaringan kulit), iritasi lokal, folikulitis (jerawat), hipertrikosis (meningkatnya pertumbuhan rambut)

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Cortigen pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Infeksi virus atau jamur, lesi tuberkular atau sifilis.
  • Infeksi bakteri kecuali digunakan bersama dengan kemoterapi yang sesuai.

Interaksi obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Cortigen:

  • Tiazid dapat meningkatkan hiperglikemia dan hipokalemia yang disebabkan oleh kortikosteroid.
  • Peningkatan kejadian ulkus peptikum atau perdarahan saluran pencernaan jika digunakan bersamaan dengan obat golongan NSAID
  • Respons terhadap antikoagulan berubah.
  • Dosis antidiabetik dan antihipertensi perlu ditingkatkan.
  • Mengurangi konsentrasi serum salisilat dan agen antimuskarinik.
  • Etanol dapat meningkatkan iritasi mukosa lambung.
  • Mengurangi kemanjuran jika digunakan bersamaan dengan carbamazepine, phenytoin, primidone, barbiturat dan rifampisin.
  • Penghentian metabolisme bersama antara siklosporin dan kortikosteroid meningkatkan konsentrasi plasma kedua obat.
  • Efek yang ditingkatkan pada wanita yang menggunakan estrogen atau kontrasepsi oral.

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Cortigen ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait