Sukses

Pengertian Cortidex

Cortidex merupakan sediaan obat dengan kandungan zat aktif Dexamethasone digunakan untuk membantu mengobati kondisi seperti arthritis, reaksi alergi, masalah pernapasan, gangguan usus tertentu. Cortidex juga digunakan sebagai tes untuk gangguan kelenjar adrenal (sindrom Cushing). Cortidex adalah hormon kortikosteroid (glukokortikoid). Cortidex mengurangi respon defensif alami tubuh Anda dan mengurangi gejala seperti reaksi pembengkakan dan alergi.

Cortidex tersedia dalam sediaan Injeksi dan Tablet. Cortidex termasuk golongan Obat Keras, diminum secara oral (mulut) dan disuntikan melalui Intravena/Intamuskular/Subkutan (langsung melalui pembuluh darah).

Keterangan Cortidex

  1. Cortidex Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Hormon Kortikosteroid.
    • Kandungan: Dexamethasone.
    • Bentuk: Tablet.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @10 Tablet.
    • Farmasi: Sanbe Farma.
  2. Cortidex Injeksi
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Hormon Kortikosteroid.
    • Kandungan: Dexamethasone.
    • Bentuk: Cairan Injeksi.
    • Satuan Penjualan: Ampul.
    • Kemasan: Ampul 1 mL.
    • Farmasi: Sanbe Farma.

Kegunaan Cortidex

Cortidex digunakan untuk membantu mengobati kondisi seperti arthritis, gangguan darah atau hormon atau gangguan sistem kekebalan tubuh, reaksi alergi, masalah pernapasan, gangguan usus tertentu.

Dosis & Cara Penggunaan Cortidex

Obat ini termasuk dalam golongan Obat Keras, sehingg penggunaan obat ini harus sesuai dengan anjuran dan resep Dokter:

Aturan penggunaan Cortidex Tablet:
- Dewasa 0.5-9 mg dalam dosis terbagi.
- Anak 6-12 tahun 0.25-2 mg.
- Anak 1-5 tahun 0.25-1 mg.
- Anak ≤1 tahun 0.1-0.25 mg.

Diberi 2 kali sehari.

Aturan penggunaan Cortidex Injeksi:
Terapi intensif atau darurat 2-4 mg 6-8 kali sehari. Dosis harian maksimal: 50 mg. Kondisi Shock 1-6 mg / kg.

Efek Samping Cortidex

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Cortidex, yaitu:
1. Retensi cairan dan garam.
2. Hipertensi.
3. Hyperhidrosis atau kelebihan cairan.
4. Gangguan mental.
5. Osteonekrosis.
6. Pankreatitisseptik akut.
7. Kelemahan otot.
8. Gangguan visual.
9. Nafsu makan meningkat.
10. Retardasi pertumbuhan.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Cortidex pada pasien yang memiliki indikasi:
1. Luka lambung.
2. Osteoporosis.
3. Psikosis atau psikoneurosis berat.
4. Tuberkulosis aktif.
5. Infeksi akut.
6. Vaksin hidup.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Cortidex :

  • Khasiat dapat dikurangi dengan fenitoin, fenobarb, rifampisin, vitamin A, tetrasiklin dan antibiotik lain, tiazid.
  • Antikoagulan oral, hipoglikemik oral dan salisilat.

Kategori Kehamilan:
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) Cortidex termasuk dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:
Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait