Sukses

Pengertian Cortidex

Cortidex adalah sediaan obat yang mengandung dexamethasone sebagai zat aktifnya. Obat Cortidex tersedia dalam bentuk injeksi dan tablet.

Cortidex adalah hormon kortikosteroid yang bekerja dengan mengurangi respons defensif alami tubuh, serta meredakan gejala pembengkakan dan alergi.

Fungsi Cortidex sendiri adalah untuk mengobati alergi, penyakit kolagen, gangguan rematik, leukemia, penyakit pernapasan, gangguan darah, dan keadaan edema (penumpukan cairan).

Artikel Lainnya: Waspada, Tidur dengan Kipas Angin Menyala Bisa Bikin Alergi

Keterangan Cortidex

Sebelum menggunakan Cortidex, pahami keterangan-keterangan di bawah ini:

1. Cortidex Tablet

Cortidex Tablet

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Hormon Kortikosteroid.
  • Kandungan: Dexamethasone 0.5 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @10 Tablet.
  • Farmasi: Sanbe Farma.
  • Harga: Rp. 2.900 - Rp. 16.500/ Strip.

2. Cortidex Injeksi

Cortidex Injeksi

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Hormon Kortikosteroid.
  • Kandungan: Dexamethasone 5 mg/ mL.
  • Bentuk: Cairan Injeksi.
  • Satuan Penjualan: Ampul.
  • Kemasan: Ampul 1 mL.
  • Farmasi: Sanbe Farma.
  • Harga: Rp. 15.000 - Rp. 30.000/ Ampul.

Artikel Lainnya: Penyebab Alergi Anda Memburuk di Malam Hari

Kegunaan Cortidex

Cortidex digunakan untuk membantu mengobati kondisi, seperti alergi, gangguan rematik, leukemia, shock therapy, penyakit pernapasan, gangguan darah, dan edema.

Dosis dan Cara Penggunaan Cortidex

Obat Cortidex adalah obat keras. Artinya, Anda hanya dapat memperoleh obat ini melalui resep dokter.

1. Aturan penggunaan Cortidex Tablet

  • Dewasa: dosis 0.5-9 mg dalam dosis terbagi.
  • Anak usia 6-12 tahun: dosis 0.25-2 mg, diberikan 2 kali sehari.
  • Anak usia 1-5 tahun: dosis 0.25-1 mg, diberikan 2 kali sehari.
  • Anak usia ≤1 tahun: dosis 0.1-0.25 mg, diberikan 2 kali sehari.

2. Aturan penggunaan Cortidex Injeksi

  • Terapi intensif atau darurat: dosis 2-4 mg diberikan 6-8 kali sehari. Dosis maksimal per harinya adalah 50 mg.
  • Kondisi syok: dosis 1-6 mg per kg berat badan.

Artikel Lainnya:  Ini Dia Alergen Penyebab Asma yang Perlu Dihindari

Cara Penyimpanan Cortidex

Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celsius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Cortidex

Efek samping yang bisa saja timbul selama penggunaan Cortidex, yaitu:

  • Retensi cairan dan garam.
  • Hipertensi.
  • Hiperhidrosis atau kelebihan cairan.
  • Gangguan mental.
  • Osteonekrosis.
  • Pankreatitis septik akut.
  • Kelemahan otot.
  • Gangguan visual.
  • Nafsu makan meningkat.
  • Retardasi pertumbuhan.

Overdosis

Gejala overdosis obat Cortidex yang dapat muncul, yakni:

  • Reaksi anafilaksis (reaksi alergi yang berat).
  • Hipersensitivitas.

Penanganan untuk masalah overdosis hanya dapat dilakukan oleh dokter.

Artikel Lainnya: Benarkah Mandi Malam Bikin Rematik? Ini Faktanya

Kontraindikasi

Orang-orang yang memiliki kondisi berikut tidak disarankan menggunakan Cortidex:

  • Luka lambung.
  • Osteoporosis.
  • Psikosis atau psikoneurosis berat.
  • Tuberkulosis aktif.
  • Infeksi akut.
  • Baru menerima vaksin hidup.

Interaksi Obat

Interaksi obat bisa saja terjadi apabila Cortidex dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan tertentu, seperti:

  • Khasiat dapat dikurangi dengan fenitoin, fenobarb, rifampisin, vitamin A, tetrasiklin dan antibiotik lain, tiazid.
  • Antikoagulan oral, hipoglikemik oral dan salisilat.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Studi pada janin hewan telah memperlihatkan adanya efek bahaya. Meski demikian, studi pada wanita tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika keuntungan yang didapat lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Peringatan Menyusui

Cortidex dapat terserap kedalam ASI dan dapat menekan pertumbuhan, mengganggu produksi kortikosteroid endogen, atau menyebabkan efek tidak diinginkan lainnya.

Wanita menyusui dianjurkan untuk tidak menyusui selama pengobatan dan selama dua minggu setelah dosis terakhir.

Artikel
    Penyakit Terkait