Sukses

Pengertian Cortamine

Cortamine adalah obat untuk mengobati penyakit, seperti alergi pada saluran pernapasan, kulit, dan mata. 

Cortamine mengandung betamethasone (obat yang termasuk golongan kortikosteroid) dan dexchlorpheniramine maleate (obat yang termasuk antihistamin).

Keterangan Cortamine

Perhatikan keterangan-keterangan obat Cortamine di bawah ini, mulai dari golongan obat hingga harga obat Cortamine:

  1. Cortamine Sirup

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Kortikosteroid.
  • Kandungan: Tiap 5 mL mengandung, Betamethasone 0.25 mg, Dexchlorpheniramine Maleate 2 mg.
  • Bentuk: Sirup.
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: Botol 60 mL.
  • Farmasi: Interbat.
  • Harga: Rp. 55.000 - Rp. 102.500/ Botol.
  1. Cortamine Tablet

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Kortikosteroid.
  • Kandungan: Betamethasone 0.25 mg, Dexchlorpheniramine Maleate 2 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet.
  • Farmasi: PT Interbat.
  • Harga: Rp. 20.000 - Rp. 35.000/ Strip.

Artikel Lainnya: Cara Rumahan untuk Redakan Gejala Alergi

Kegunaan Cortamine

Cortamine digunakan untuk mengobati alergi yang membutuhkan terapi dengan kortikosteroid.

Dosis & Cara Penggunaan Cortamine

Cortamine termasuk dalam golongan obat keras. Maka dari itu, Anda baru bisa mendapatkannya jika memang diresepkan oleh dokter. Berikut anjuran penggunaan obat Cortamine: 

  1. Cortamine Sirup

  • Dewasa dan anak di atas 12 tahun: 1 sendok takar (5 mL) diberikan tiap 4-6 jam. Maksimal dosis: 6 sendok takar (30 mL) per hari.
  • Anak 6-12 tahun: ½ sendok takar (2.5 mL) diberikan tiap 4-6 jam. Maksimal: 3 sendok takar (15 mL) per hari.
  • Anak 2-6 tahun: ¼ sendok takar (1.25 mL) diberikan tiap 4-6 jam. Maksimal: 1 ½ sendok takar (7.5 mL) per hari.
  1. Cortamine Tablet

  • Dewasa dan anak di atas 12 tahun: 1 tablet diberikan tiap 4-6 jam. Maksimal 6 tablet per hari.
  • Anak usia 6-12 tahun: ½ tablet diberikan tiap 4-6 jam. Maksimal: 3 tablet per hari.

Cara Penyimpanan Cortamine

Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celsius, di tempat kering dan sejuk.

Artikel Lainnya: Ini Dia Alergen Penyebab Asma yang Perlu Dihindari

Efek Samping Cortamine

Kemungkinan efek samping yang dapat terjadi dari penggunaan Cortamine, antara lain:

  • Gangguan muskuloskeletal.
  • Gangguan saluran cerna.
  • Gagal jantung kongestif.
  • Hipertensi.
  • Tukak lambung.
  • Perut kembung.
  • Ketidakteraturan menstruasi.
  • Mengantuk.
  • Kehilangan massa otot.
  • Mulut, hidung, dan tenggorokan kering.

Kontraindikasi

Hindari penggunaan obat Cortamine pada pasien dengan kondisi-kondisi berikut ini:

  • Hipersensitif terhadap kandungan obat.
  • Bayi baru lahir dan bayi prematur.
  • Infeksi jamur sistemik.
  • Menjalani terapi MAOI.

Interaksi Obat

Hindari penggunaan obat-obat berikut bersamaan dengan Cortamine:

  • Fenobarb, fenitoin, rifampisin, efedrin.
  • Diuretik hemat kalium, glikosida jantung, antikoagulan tipe kumarin, NSAID & alkohol, asam asetilsalisilat, MAOI, TCA, barbiturat dan depresan sistem saraf pusat lainnya, antidiabetik, amfoterisin B.
Artikel
    Penyakit Terkait