Sukses

Pengertian Corsatrocin

Corsatrocin adalah golongan obat antibiotik macrolide yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri golongan tertentu. Bekerja dengan membunuh atau memperlambat pertumbuhan bakteri yang sensitif. Obat ini mengandung Erythromycin yang sangat efektif terhadap bakteri dari keluarga Streptococcus yang infeksinya sering dijumpai pada saluran pernapasan. Eritromisin tidak aktif terhadap kebanyakan kuman gram negatif, namun ada beberapa spesies yang sangat peka terhadap eritromisin yaitu N. Gonorrhoeae, Campylobacter jejuni, M. Pneumoniae, Legionella pneumophila, dan C. Trachomatis. Corsatrocin sering digunakan untuk pasien yang memiliki riwayat alergi atau hipersensitif terhadap penisilin. Karena obat ini termasuk golongan Antibiotik, maka penggunaannya harus dihabiskan sesuai dengan anjuran Dokter. Hal ini untuk mencegah terjadinya resistensi (kebal) terhadap antibiotik golongan ini.

Keterangan Corsatrocin

  • Corsatrocin Kaplet
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Antibiotik .
    • Kandungan: Erythromicin stearate 500 mg.
    • Bentuk: Kaplet Salut Selaput.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @ 10 Kaplet Salut Selaput.
    • Farmasi: PT Corsa Industries.
  • Corsatrocin Sirup Kering
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Antibiotik.
    • Kandungan: Erythromicin stearate 200 mg/5 mL.
    • Bentuk: Sirup Kering.
    • Satuan Penjualan: Botol.
    • Kemasan: 1 Botol @60 mL.
    • Farmasi: Corsa Industries

Kegunaan Corsatrocin

Corsatrocin digunakan untuk mengobati infeksi bakteri yang sensitif terhadap antibiotik Erythromicin, dan mencegah infeksi bedah.

Dosis & Cara Penggunaan Corsatrocin

Corsatrocin termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.

  • Dewasa:  dosis 1-2 g perhari dalam 2-4 dosis terbagi; dosis dapat ditingkatkan hingga 4 g setiap hari untuk infeksi berat. Dosis> 1 g harus diberikan dalam lebih dari 2 dosis terbagi.
  • Anak: dosis 30-50 mg / kg berat badan sehari dalam 2-4 dosis terbagi; dosis dapat ditingkatkan pada infeksi berat.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 20-25 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Corsatrocin

Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Corsatrocin, antara lain:

  • Nyeri dan kram perut.
  • Mual dan muntah-muntah.
  • Diare.
  • Radang pada rongga mulut.
  • Nyeri pada ulu hati.
  • Penurunan nafsu makan.
  • Kulit gatal.
  • Gangguan fungsi hati dan pankreas.
  • Kesulitan bernafas.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Corsatrocin pada pasien:

  • Hipersensitif (alergi).
  • Penggunaan bersamaan dengan obat astemizole, terfenadine, cisapride, pimozide, ergotamine atau dihydroergotamine.

Interaksi Obat

  • Benzodiazepine meningkatkan efek sedasi (mengantuk)
  • Teofilin mengurangi konsentrasi erythromycin.
  • Cimetidine meningkatkan konsentrasi erythromycin.
  • Calcium channel blocker (verapamil, amlodipine, diltiazen) menurunkan irama detak jantung dan tekanan darah, meningkatkan kadar asam urat
  • Cisapride, pimozide, astemizole, atau terfenadine dapat mengakibatkan gangguan fungsi jantung (dapat berakibat fatal).
  • Ergotamine dan dihidroergotamine meningkat toksisitasnya oleh erythromycin.
  • Erirtromisin dengan Antibiotika penisilin. Efek masing-masing antibiotika dapat meningkat atau berkurang. Karena akibatnya sulit diramalkan, sebaiknya kombinasi ini dihindari.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Corsatrocin ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait