Sukses

Pengertian Corbavit

Corbavit adalah obat yang mengandung asam askorbat atau vitamin C sebagai zat aktifnya. Corbavit merupakan obat dalam bentuk sediaan injeksi yang cara penggunaannya harus dilakukan oleh tenaga medis. Corbavit digunakan untuk pasien yang kekurangan/defisiensi vitamin C.

Keterangan Corbavit

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Vitamin C
  • Kandungan: Asam Askorbat 200 mg/ mL
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Ampul
  • Kemasan: Dus, 1 Blister @ 5 Ampul @ 5 mL
  • Farmasi: PT. Harsen

Kegunaan Corbavit

Corbavit digunakan untuk membantu mengatasi kekurangan vitamin C, meningkatkan daya tahan tubuh.

Dosis & Cara Penggunaan Corbavit

Corbavit merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Corbavit juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Penggunaan Corbavit injeksi harus dilakukan oleh tenaga medis.

  1. Dewasa: 0.5-1 gram per hari. Disuntikkan melalui melalui intamuskular (otot), Intra vena (vena), dan subkutan (di bawah kulit).
  2. Anak-anak
    • Terapi pengobatan: 100-300 mg per hari. Disuntikkan melalui melalui intamuskular (otot), Intra vena (vena), dan subkutan (di bawah kulit).
    • Terapi pencegahan: 30 mg perhari. Disuntikkan melalui melalui intamuskular (otot), Intra vena (vena), dan subkutan (di bawah kulit).

Cara Penyimpanan
Cairan injeksi: Simpan pada suhu di bawah 25 ° C. Lindungi dari cahaya dan jangan dibekukan.

Efek Samping Corbavit

Efek samping penggunaan Corbavit yang mungkin terjadi adalah:

  • Gangguan pencernaan (mual, muntah, keram perut)
  • Rasa terbakar pada dada
  • Sakit kepala
  • Insomnia

Kontraindikasi
Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap vitamin C.

Interaksi Obat
Mengurangi proses absorbsi dan eksresi urine dengan aspirin.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Corbavit ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Pemberian Corbavit yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti diare, hiperoksaluria, pembentukan batu ginjal.
  • Jika terjadi overdosis, segera lakukan pengobatan simtomatik (dibantu oleh tenaga medis profesional).
Artikel
    Penyakit Terkait