Sukses

Pengertian Concor

Concor merupakan obat yang mengandung Bisoprolol. Bisoprolol adalah obat yang digunakan dengan atau tanpa obat lain untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi), menurunkan tekanan darah tinggi, membantu mencegah stroke, serangan jantung, dan masalah ginjal. Concor termasuk dalam kelas obat yang dikenal sebagai beta blocker. Concor bekerja dengan cara menghalangi aksi bahan kimia alami tertentu dalam tubuh seperti epinefrin pada jantung dan pembuluh darah. Efek ini menurunkan denyut jantung, tekanan darah, dan ketegangan pada jantung.

Keterangan Concor

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Beta-Bloker
  • Kandungan: Bisoprolol 12.5 mg; Bisoprolol 2.5 mg; Bisoprolol 5 mg; Bisoprolol 10 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Merck Indonesia.

Kegunaan Concor

Concor merupakan obat yang digunakan dengan atau tanpa obat lain untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi).

Dosis & Cara Penggunaan Concor

Concor merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan concor juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Hipertensi:
Dosis awal 5 mg sehari sekali
Dosis Lazim 10 mg sehari sekali, maksimal 20 mg perhari

Gagal jantung kronik:
Dosis awal 1.25 mg per hari, dosis dapat ditingkatkan setelah 1 minggu, maksimal dosis 10 mg/hari.

Efek Samping Concor

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi Concor adalah pusing, rasa dingin atau kebas, mual, muntah, diare, konstipasi. Kelelahan, pusing, sakit kepaia (terjadi pada awal terapi tetapi biasanya menghilang sesudah 1-2 minggu).

Kontraindikasi:
Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap

Interaksi Obat:

  • Verapamil dan diltiazem dapat menyebabkan pemblokan atrioventrikular (adalah penyumbatan sebagian atau seluruh konduksi impuls listrik dari atrium jantung menuju ventrikel).
  • Clonidine dan metildopa dapat beresiko apabila dikonsumsi dengan bisoprolol pada pasien yang memiliki kelainan jantung.

Kategori Kehamilan:
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Safetin ke dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut

Studi pada hewan percobaan menunjukan adanya efek samping pada janin namun belum ada studi kontrol pada wanita hamil, obat dapat diberikan apabila efek terapinya lebih besar dari resiko pada janin.

 

Artikel
    Penyakit Terkait