Sukses

Pengertian Combivent UDV

Combivent UDV adalah sediaan cairan inhalasi yang mengandung Ipratropium Br dan salbutamol sulphates untuk pengobatan asma. Combivent UDV bekerja dengan melebarkan saluran nafas bawah (bronkus).

Keterangan Combivent UDV

  1. Combivent UDV Cairan Inhaler
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Preparat Antiasma dan PPOK.
    • Kandungan: Ipratropium Br 0.5 mg, Salbutamol sulphate 2.5 mg.
    • Bentuk: Cairan Inhaler
    • Satuan Penjualan: Vial.
    • Kemasan: Box, 20 Vial @ 2.5 mL
    • Farmasi: PT Boehringer Ingelheim.
  2. Combivent UDV Cairan Inhalasi

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Preparat Antiasma dan PPOK.
  • Kandungan: Ipratropium Br 0.52 mg, Salbutamol sulphate 3.01 mg.
  • Bentuk: Cairan Inhalasi.
  • Satuan Penjualan: Vial.
  • Kemasan: Box, 20 Vial @ 2.5 mL
  • Farmasi: PT Boehringer Ingelheim.

Kegunaan Combivent UDV

Combivent UDV digunakan untuk pengobatan bronkospasme (penyempitan pada jalan udara yang dihirup) yang berhubungan dengan penyakit penyumbatan paru kronis sedang sampai berat pada pasien yang memerlukan lebih dari satu bronkodilator (memperlebar luas permukaan bronkus dan bronkiolus pada paru-paru).

Dosis & Cara Penggunaan Combivent UDV

Combivent UDV termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.

  • Serangan akut: 1 vial, dosis dapat ditingkatkan menjadi 2 vial pada kasus yang parah.
  • Dosis pemeliharaan: 1 vial, diberikan 3-4 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius, serta terhindar dari cahaya.

Efek Samping Combivent UDV

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Combivent UDV, antara lain:

  • Gemetar pada otot skelet
  • Jantung berdebar
  • Sakit kepala, pusing
  • Gugup
  • Mulut kering
  • Iritasi tenggorokan
  • Sulit berkemih

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Hipersensitif terhadap salbutamol, ipratropium atau fenoterol, atropin atau turunannya.
  • Penderita kardiomiopati obstruktif hipertrofi, takiaritmia.

Interaksi Obat

  • Peningkatan efek samping yang merugikan jika digunakan dengan kortikosteroid, turunan xanthine, diuretik.
  • Efek Salbutamol meningkat jika digunakan dengan MAOI atau TCA.
  • Efek kardiovaskular meningkat dengan anestesi yang mengandung hidrokarbon terhalogenasi (misalnya Halotan, enfluran).

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Combivent UDV ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Gejala: Salbutamol: Nyeri dada, hiper / hipotensi (tekanan darah tinggi/ rendah), hipokalemia (kadar kalium rendah didalam tubuh), takikardia (denyut jantung di atas normal), gangguan irama jantung, gemetar, kemerahan, dan pusing.
  • Penatalaksanaan: Terapi suportif. Berikan agen penghambat beta kardioselektif (misalnya metoprolol) jika perlu. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.