Sukses

Pengertian Colinpha

Colinpha adalah obat yang diproduksi oleh Erlimpex. Colinpha mengandung zat aktif Citicoline yang digunakan untuk mengatasi gangguan serebrovaskular (penyakit pembuluh darah di otak), cedera kepala dan penyakit Parkinson; gangguan kognitif (penurunan fungsi otak). Colinpha bekerja dengan cara meningkatkan senyawa kimia di otak, yang berfungsi untuk mengurangi jaringan otak yang rusak akibat cedera, serta mempertahankan fungsi otak secara normal, dan melindungi otak.

Keterangan Colinpha

  1. Colinpha Tablet
    • Golongan: Suplemen
    • Kelas Terapi: Nootropics dan Neurotonics / Neurotrophics
    • Kandungan: Citicoline 500 mg
    • Bentuk: Tablet Salut Selaput
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Box, 5 Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: Erlimpex
  2. Colinpha Injeksi
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Nootropics dan Neurotonics / Neurotrophics
    • Kandungan: Citicoline 130 mg
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Ampul
    • Kemasan: Box, 5 Ampul @ 2 ml
    • Farmasi: Erlimpex

Kegunaan Colinpha

Colinpha digunakan untuk mengatasi gangguan serebrovaskular, cedera kepala, penyakit Parkinson, gangguan kognitif.

Dosis & Cara Penggunaan Colinpha

Colinpha Tablet termasuk dalam golongan suplemen, sehingga untuk pembeliannya dapat diperoleh di apotek tanpa menggunakan resep dokter.

  • Colinpha Tablet
    Colinpha Tablet dapat diminum 1 tablet, 1-2 kali sehari. Atau 2 tablet diminum 1 kali sehari.

Colinpha Injeksi termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus sesuai anjuran dan resep dokter. Penggunaannya perlu dibantu oleh tenaga medis profesional.

  • Colinpha Injeksi diberikan dosis 500-1.000 mg / hari, di suntikkan melalui intravena (pembuluh darah) atau di suntikkan melalui intramuskular melalui otot). Penggunaannya perlu dibantu oleh tenaga medis profesional

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping Colinpha

Efek samping penggunaan Colinpha yang mungkin terjadi adalah:

  • Bradikardia (denyut jantung yang lambat).
  • Takikardia (detak jantung melebihi 100 kali per menit).
  • Diare, ketidaknyamanan ulu hati, sakit perut.
  • Kelelahan.
  • Pusing, sakit kepala.
  • Ruam.
  • Hipotensi (tekanan darah rendah).

Kontraindikasi
Tidak boleh diberikan pada penderita hipertonia sistem saraf parasimpatis.

Interaksi Obat
Dapat mempotensiasi efek levodopa.

Artikel
    Penyakit Terkait