Sukses

Pengertian Colfin

Colfin adalah obat yang mengandung paracetamol, dextromethorphan HBr, chlorpheniramine maleate, phenylpropanolamine HCl, glyceryl guaiacolate dan ammonium Cl. Colfin merupakan obat yang digunakan untuk membantu meringankan gejala flu, seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, bersin-bersin dan batuk. Flu atau Influenza adalah penyakit yang menyerang sistem pernapasan (sistem yang terdiri dari hidung, tenggorokan dan paru-paru).

Keterangan Colfin

  1. Colfin Kaplet
    • Golongan: Obat Bebas Terbatas.
    • Kelas Terapi: Obat Batuk dan Pilek.
    • Kandungan: Paracetamol 500 mg, Dextromethorphan HBr 10 mg, Chlorpheniramine maleate 1 mg, Glyceryl guaiacolate 100 mg, Ammonium Cl 100 mg.
    • Bentuk: Kaplet.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: 1 Strip @ 10 Kaplet.
    • Farmasi: PT Nufarindo.
  2. Colfin Sirup
    • Golongan: Obat Bebas Terbatas.
    • Kelas Terapi: Obat Batuk dan Pilek.
    • Kandungan: Paracetamol 120 mg, Dextromethorphan HBr 5 mg, Chlorpheniramine maleate 0.5 mg, Phenylpropanolamine HCl 3.5 mg, Glyceryl guaiacolate 25 mg, Ammonium Cl 25 mg.
    • Bentuk: Sirup.
    • Satuan Penjualan: Botol.
    • Kemasan: Botol 60 ml.
    • Farmasi: PT Nufarindo.

Kegunaan Colfin

Colfin digunakan untuk membantu meringankan gejala flu (demam, hidung tersumbat dan bersin-bersin) yang disertai dengan batuk.

Dosis & Cara Penggunaan Colfin

Cara Penggunaan Colfin adalah sebagai berikut:

  1. Colfin Kaplet
    • Dewasa: di minum 3 kali sehari 1 kaplet.
    • Anak usia 6-12 tahun: di minum 3 kali sehari ½ kaplet.
  2. Colfin Sirup 60 mL 
    • Dewasa: 4 sendok takar (20 mL), diminum 3 kali sehari.
    • Anak 6-12 tahun: 2 sendok takar (10 mL), diminum 3 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Colfin

Efek samping penggunaan Colfin yang mungkin terjadi adalah:

  • Mengantuk
  • Gangguan saluran pencernaan
  • Gangguan psikomotor
  • Takikardi (detak jantung diatas normal)
  • Aritmia (gangguan irama jantung)
  • Mulut kering
  • Retensi urin
  • Gangguan hati

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Hipersensitif terhadap kandungan obat.
  • Pasien yang memiliki kepekaan terhadap obat simpatomimetik lain seperti efedrin, pseudoefedrin, fenilefrin.
  • Pasien penderita hipertensi parah, penyakit jantng, diabetes mellitus, dan gangguan fungsi hati yang parah.
  • Pasien yang sedang menggunakan obat-obat golongan monoamine oksidase (MAO) inhibitors, karena bisa meningkatkan tekanan darah.
Artikel
    Penyakit Terkait