Sukses

Informasi lengkap obat Co-Amoxiclav; Harga, Manfaat, Dosis & Cara pakai, Kandungan, Efek Samping, dan lainnya di sini.

Infeksi Saluran Pernapasan, Co-Amoxiclav

Co-Amoxiclav 

Golongan: Obat Keras
Kategori Obat: Antibiotik Penisilin
Dikonsumsi oleh: Dewasa dan Anak
Bentuk obat: Kaplet dan Sirup
Co-Amoxiclav untuk ibu hamil dan menyusui:

Kategori B: Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Peringatan Menyusui: Co-Amoxiclav terdistribusi ke dalam ASI. Bicarakan dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.

Merek Dagang Co-Amoxiclav

Kaplet: Capsinat, Palentin, Clavamox, Inciclav, Clavicil, Duazat, Danoclav

Sirup: Bellamox, Capsial, Inciclav, Surpas, Clavomet, Dexyclav, Aclam, Clamixin

Pengertian Co-Amoxiclav

Co-Amoxiclav adalah obat yang mengandung kombinasi amoxicillin dan asam klavulanat (clavulanic acid).

Obat golongan penisilin tersebut biasanya digunakan sebagai pilihan pertama untuk mengatasi infeksi bakteri.

Beberapa jenis infeksi bakteri dapat diatasi dengan obat ini, seperti infeksi saluran pernapasan atas atau bawah, infeksi kulit, dan infeksi saluran kemih. 

Obat Co-Amoxiclav bekerja dengan mengganggu pembentukan dinding sel bakteri.

Dengan demikian, kemampuan reproduksi dan fungsi-fungsi sel untuk mempertahankan hidup bisa dihambat.

Berikut info lengkap seputar Co-Amoxiclav yang perlu diketahui.

Artikel Lainnya: Masuki Musim Hujan, Waspada Bahaya Infeksi Jamur Kulit!

Keterangan Co-Amoxiclav

Co-Amoxiclav Kaplet

  • Golongan: Obat keras
  • Kelas terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Amoxicillin 500 mg dan asam klavulanat 125 mg
  • Kemasan: Strip @ 10 Kaplet
  • Farmasi: Meprofarm, Indofarma, Dexa Medica.
  • Harga Co-Amoxiclav Kaplet: Rp28.000 - Rp39.000 / Strip

Co-Amoxiclav Sirup

  • Golongan: Obat keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Per 5 ml, amoxicillin 125 mg, asam klavulanat 31.25 mg
  • Kemasan:Botol @60 ml
  • Farmasi: Dexa Medica
  • Harga Co-Amoxiclav: Rp46.000 - Rp76.600 / botol

Kegunaan Co-Amoxiclav

Co-Amoxiclav digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri, antara lain:

  • infeksi saluran pernapasan atas atau bawah (seperti infeksi telinga dalam, radang tenggorokan, pneumonia, sinusitis bakteri)
  • infeksi kulit (seperti jerawat)
  • infeksi saluran kemih
  • lyme disease
  • chlamydia
  • keracunan makanan (seperti Salmonella)

Artikel Lainnya: Mycetoma, Penyakit Kulit Kaki Kronis dari Jamur dan Bakteri

Dosis dan Aturan Pakai Co-Amoxiclav

Co-Amoxiclav termasuk ke dalam golongan obat keras. Setiap pembelian dan penggunaannya harus berdasarkan resep dokter. Berikut adalah dosis umumnya.

Tujuan: infeksi bakteri 

Bentuk: Kaplet

  • Dosis pemberian: 1 kaplet, diminum 3 kali sehari.
  • Durasi pengobatan: Hingga 14 hari. Untuk osteomielitis mungkin membutuhkan waktu pengobatan yang lebih lama.

Tujuan: infeksi bakteri umum

Bentuk: Co-Amoxiclav Sirup Kering

  • Dosis pemberian: 4 sendok takar (20 ml), diminum 3 kali sehari.

Cara Menggunakan Co-Amoxiclav

Gunakan sesuai dengan anjuran dokter. Jangan mengurangi atau melebihkan dosis agar tercapai efek terapi yang diharapkan.

Untuk menghindari lupa, sebaiknya minum obat ini di waktu yang sama setiap harinya.

Jika Anda terlupa satu dosis obat, segera minum jika jeda waktu minum berikutnya masih jauh.

Bila sudah dekat, lupakan saja dosis yang tertinggal. Jangan menggandakan dosis dalam satu waktu.

Ketika keluhan Anda berkurang ataupun hilang, tetaplah mengonsumsi Co-Amoxiclav sesuai dengan anjuran.

Jangan setop minum obat sekali pun keluhan Anda sudah tidak ada.

Untuk sediaan sirup, jangan lupa mengocok terlebih dahulu agar zat aktif merata di dalam sediaan.

Artikel Lainnya: Mitos Tentang Jerawat yang Tak Perlu Dipercaya

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celsius, di tempat kering, dan sejuk.

Efek Samping Co-Amoxiclav

Risiko efek Samping yang mungkin timbul adalah:

  • diare
  • gatal biduran
  • kolitis pseudomembran
  • diare yang berhubungan dengan clostridium difficile
  • ruam kulit
  • mual
  • muntah

Overdosis

Gejala yang akan dirasakan jika terjadi overdosis antara lain:

  • masalah di saluran pencernaan (seperti sakit perut atau perut, muntah, dan diare)
  • ruam
  • hiperaktif
  • mengantuk
  • ketidakseimbangan cairan dan elektrolit
  • kristaluria yang mengakibatkan gagal ginjal
  • kejang (pada pasien dengan gangguan ginjal)

Penatalaksanaan kondisi ini dapat dilakukan secara simtomatik dan suportif.

Biasanya tenaga medis akan fokus pada keseimbangan air/elektrolit. 

Ingat, penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi

Hindari penggunaan Co-Amoxiclav pada pasien:

  • hipersensitif terhadap penisilin
  • riwayat reaksi hipersensitif langsung yang parah terhadap agen β-laktam lainnya (misalnya Sefalosporin, karbapenem, atau monobaktam)
  • riwayat penyakit kuning kolestatik/disfungsi hati yang terkait dengan amoksisilin dan terapi asam klavulanat

Interaksi Obat Co-Amoxiclav

Beberapa obat berisiko memicu interaksi jika digunakan bersamaan dengan Co-Amoxiclav. Berikut beberapa di antaranya:

  • Dapat meningkatkan konsentrasi plasma amoksisilin jika diberikan bersamaan dengan probenecid
  • Dapat meningkatkan reaksi alergi atau hipersensitivitas jika diberikan bersamaan dengan penggunaan bersama allopurinol dan amoksisilin
  • Dapat mengurangi kemanjuran kontrasepsi estrogen/progesteron oral

Artikel Lainnya: Penyebab Jerawat di Leher yang Bisa Ganggu Penampilan

Peringatan dan Perhatian

Hati-hati digunakan pada orang dengan riwayat:

  • gangguan hati yang berat
  • gangguan fungsi ginjal sedang atau berat (dosis harus disesuaikan)

Dua kaptab 312,5 mg tidak sama dengan satu kaptab 625 mg.

Oleh karena itu, satu kaptab 625 mg yang digunakan untuk infeksi-infeksi yang berat tidak dapat disubstitusi dengan dua kaptab 312,5 mg.

Penggunaan dosis tinggi atau jangka lama dapat menimbulkan superinfeksi (penyebab umumnya Enterobacter, Pseudomonas, S. aureus, Candida), terutama pada saluran gastrointestinal.

Peringatan Kehamilan

FDA menggolongkan Co-Amoxiclav ke dalam kategori B. Berikut penjelasannya.

Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Pada kategori ini, studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan), tapi tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama. Selain itu, tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya.

Peringatan Menyusui 

Co-Amoxiclav terdistribusi ke dalam ASI. Bicarakan dengan dokter sebelum menggunakannya.

Penyakit Terkait Co-Amoxiclav

  • Infeksi saluran pernapasan atas atau bawah 
  • Infeksi kulit (seperti jerawat)
  • Infeksi saluran kemih
  • Penyakit Lyme

Rekomendasi Obat Sejenis Co-Amoxiclav

Dapatkan informasi lainnya seputar kesehatan dan gaya hidup dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

(HNS/AYU)

Terakhir Diperbaharui: 27 Desember 2021.

Diperbaharui: Apt. Evita Fitriani., S. Farm

Ditinjau: Apt. Maria Dyah Kartika L.S., S. Farm

 

Referensi:

ISO Farmakoterapi (2013). Amoxicilin Klavulanat

ISI Indonesia (2018). Co-Amoxiclav

Drugs.com. Diakses 2021. Ciprofloxacin

Pusat Informasi Obat Nasional BPOM. Diakses 2021. Asam Klavulanat.

Artikel
    Penyakit Terkait