Sukses

Pengertian Clonidine

Clonidine Tablet merupakan salah satu nama Obat Generik Berlogo (OGB) dari obat atau zat aktif Clonidine yang diproduksi oleh Kimia Farma. Clonidine Tablet mampu mengendalikan atau menurunkan tekanan darah tinggi, membantu mencegah serangan jantung, struk dan masalah ginjal. Clonidine sendiri termasuk ke dalam kelas obat A (agonis alfa pusat) yang bekerja pada otak dengan jalan mengurangi efek berbagai zat kimia yang berada di pembuluh darah dan mengendurkan pembuluh darah sehingga darah mengalir lebih mudah dan lancar. Selain itu, obat ini bisa digunakan untuk menangani sensasi panas yang dirasakan saat menopause dan mencegah sakit kepala vaskular serta migrain. Clonidine Tablet dapat digunakan sendiri atau bersamaan dengan obat lain dengan fungsi untuk mengobati tekanan darah tinggi.

Keterangan Clonidine

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antihipertensi.
  • Kandungan: Clonidine 0.15 mg.
  • Bentuk:Tablet.
  • Satuan Penjualan Penjual: Strip.
  • Kemasan: 1 Strip @ 10 Tablet.
  • Farmasi: Indo Farma, Kimia Farma.

Kegunaan Clonidine

Clonidine digunakan untuk pasien hipertensi (tekanan darah tinggi).

Dosis dan Cara Penggunaan Clonidine

Clonidine tergolong dalam obat keras yang hanya dapat dikonsumsi bila ada resep dari Dokter dan perlu dipantau pengonsumsiannya oleh Dokter. Sebaiknya dihindari pengonsumsian bersama alkohol karena dapat berpengaruh pada efek terapi dari Clonidine Tablet.

Adapun dosis Clonidine adalah sebagai berikut :

  • Dewasa: Awal Hipertensi: 50-100 mcg tablet, meningkat setiap hari ke 2 atau ke 3. Pemeliharaan: 300-1,200 mcg per hari, beberapa mungkin membutuhkan ≥ 1.800 mcg per hari. Maksimal: 2.400 mcg / hari.Kemerahan menopause: Profilaksis migrain 50 mcg tablet, meningkat menjadi 75 mcg bid jika tidak ada remisi setelah 2 minggu.
  • Hipertensi: Dewasa: Awalnya, 50-100 mcg tablet, meningkat setiap 2 atau 3 hari sesuai tanggapan. Pemeliharaan: 300-1,200 mcg setiap hari, beberapa mungkin memerlukan ≥ 1.800 mcg setiap hari. Max: 2,400 mcg setiap hari.
  • Menolak menopause, profilaksis migrain: Dewasa: 50 mcg tablet, meningkat menjadi 75 mcg tablet jika tidak ada remisi setelah 2 minggu.

Obat ini sebaiknya dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Efek Samping Clonidine

Semua obat pasti memiliki efek samping, namun tidak semua orang mengalami efek samping tersebut. Adapun efek samping dari Clonidine Tablet adalah :

  • Sakit kepala, pusing, kantuk.
  • Mulut kering.
  • Konstipasi (sembelit).
  • Depresi.
  • Kegelisahan.
  • Mual.
  • Kelelahan.
  • Anoreksia (perasaan tidak enak pada perut bagian atas).

Bila efek samping menetap, bahkan memburuk. Segera hentikan pengonsumsian, dan konsultasikan ke Dokter.

Kontraindikasi:
Bradikaritmia (Detak jantung berdetak lebih lambat) berat sekunder akibat blok AV derajat 2 atau 3 atau sindrom sinus sakit.

Interaksi Obat:
Clonidine Tablet dapat berinteraksi dengan obat-obat di bawah ini :

  • Peningkatan efek hipotensi dengan antihipertensi lain mis. Diuretik, β-blocker, vasodilator, antagonis Ca, inhibitor ACE.
  • Mengurangi efek antihipertensi dan hipotensi ortostatik yang diinduksi dengan TCA atau sifat pemblokiran neuroleptik dengan α-reseptor.
  • Mengurangi efek terapeutik dengan OAINS.
  • Potensiasi gangguan ritme bradikardia dengan zat dengan efek chronotropik atau dromotropik negatif (misalnya pemblokiran β, glikosida digitalis) dapat mempotensiasi efek depresan SSP dari barbiturat atau obat penenang lainnya.
  • Dapat memperpanjang durasi efek farmakologis epidural anaesth lokal (epidural ).

Keamanan Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Clonidine ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait