Sukses

Pengertian Clonazepam

Clonazepam adalah obat generik yang digunakan untuk mengobati gangguan panik, dan epilepsi. Clonazepam bekerja dengan cara menyeimbangkan aliran listrik di otak sehingga gejala kejang dapat lebih terkendali. Clonazepam diproduksi oleh Mersifarma Tirmaku Mercusana dalam bentuk sediaan tablet.

Keterangan Clonazepam

  • Golongan: Obat Psikotropika
  • Kelas Terapi: Anxiolytics / Antikonvulsan
  • Kandungan: Clonazepam 2 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Mersifarma Tirmaku Mercusana

Merk dagang yang beredar di Indonesia:
Riklona 2.

Kegunaan Clonazepam

Clonazepam digunakan untuk mengobati gangguan panik, dan epilepsi (ayan).

Dosis & Cara Penggunaan Clonazepam

Clonazepam termasuk dalam golongan Obat Psikotropik, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan pengawasan dan resep dokter.

  1. Epilepsi
    • Dosis awal: diberikan dosis 1/2 tablet pada malam hari selama 4 hari, secara bertahap tingkatkan dosis menjadi 1 tablet selama 2-4 minggu.
    • Dosis pemeliharaan: 2-4 tablet / hari. Maksmal: 10 tablet / hari.
  2. Gangguan panik
    • Dosis awal: diberikan dosis 0,25 mg diminum 2 kali sehari, dosis dapat di tingkatkan setelah 3 hari hingga 1 mg / hari. Maksimal: 4 mg / hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 25 ° C.

Efek Samping Clonazepam

Efek samping penggunaan Clonazepam yang mungkin terjadi adalah:

  • Mengantuk
  • Gangguan perilaku termasuk agresivitas
  • Lekas marah
  • Pusing, vertigo
  • Gangguan penglihatan
  • Perubahan libido
  • Ruam kulit, rambut rontok
  • Diare, konstipasi
  • Nafsu makan meningkat atau menurun

Kontraindikasi
Tidak boleh diberikan pada pasien dengan kondisi:

  • Pasien dengan glaukoma penutupan sudut akut
  • Penderita insufisiensi paru akut
  • Penderita insufisiensi pernapasan berat
  • Penderita miastenia gravis (melemahnya otot tubuh akibat gangguan pada saraf dan otot)

Interaksi Obat

  • Efek depresan aditif jika diberikan bersamaan dengan TCA, MAOI, sedatif dan hipnotik, barbiturat, ansiolitik, antipsikotik, agonis opiat.
  • Dapat meningkatkan kadar fenitoin serum.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Clonazepam ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Overdosis

  • Pemberian Clonazepam yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti penurunan kesadaran, berkurangnya refleks atau koma.
  • Jika terjadi overdosis, segera lakukan terapi suportif dan simtomatik (dibantu oleh tenaga medis profesional). Flumazenil dapat digunakan untuk mengembalikan efek obat penenang tetapi ada risiko kejang pada pengguna jangka panjang benzodiazepine dan dalam overdosis antidepresan siklik. Induksi emesis atau lakukan bilas lambung dilanjutkan dengan pemberian arang aktif dan katarak salin untuk menghilangkan obat yang tersisa. Hipotensi dapat diobati dengan pemberian norepinefrin atau metaraminol melalui injeksi intravena.
Artikel
    Penyakit Terkait