Sukses

Pengertian Clobetasol Propionate

Clobetasol Propionate adalah sediaan topikal (dioleskan pada kulit) yang dikemas dalam bentuk sediaan krim yang mengandung Clobetasol propionate. Clobetasol Propionate Krim digunakan sebagai terapi jangka pendek untuk mengatasi dermatosis (peradangan kulit), psoriasis (peradangan kulit seperti ruam kulit), eksema rekalsitran (kulit yang mempunyai kelainan kronis), lichen planus (peradangan yang terjadi padakulit, kuku, dan selaput lendir), lupus, steroid.

Keterangan Clobetasol Propionate

  1. Clobetasol Propionate Krim
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Kortikosteroid Topikal.
    • Kandungan: Clobetasol propionate 0.05 %.
    • Bentuk: Krim.
    • Satuan Penjualan: Tube.
    • Kemasan: Tube @ 5 gram, 10 gram.
    • Farmasi: PT. Fanita Estetika; Bufa Aneka; Etercon Pharma; First Medifarma
    • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Clonasol, Clobetol, Dermosol, CSL, Simovate, Esclob, Clotaderm, Kloderma
  2. Clobetasol Propionate Salep
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Kortikosteroid Topikal.
    • Kandungan: Clobetasol propionate 0.05 %.
    • Bentuk: Krim.
    • Satuan Penjualan: Tube.
    • Kemasan: Tube @ 10 gram.
    • Farmasi: Etercon Pharma
    • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Lotasbat, Ikaderm, Kloderma, Dermovate, Elopro

Kegunaan Clobetasol Propionate

Clobetasol Propionate digunakan untuk terapi jangka pendek untuk dermatosis.

Dosis & Cara Penggunaan Clobetasol Propionate

Clobetasol Propionate termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.

  • Oleskan pada kulit yang terinfeksi, sebanyak 1-2 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 20-25 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Clobetasol Propionate

Efek samping penggunaan Clobetasol Propionate yang mungkin terjadi adalah:

  • Hipopigmentasi (warna kulit lebih terang dibanding warna kulit sekitarnya)
  • Reaksi hipersensitivitas (reaksi berlebihan karena terlalu sensitifnya respon imun)

Kontraindikasi
Tidak boleh diberikan pada pasien dengan kondisi:

  • Jerawat
  • Dermatitis perioral (Peradangan Kulit)
  • Rosacea (Benjolan kemerahan)
  • Lesi kulit yang terinfeksi primer, dermatosis (penyakit yang menyerang organ kulit) pada anak
  • Anak usia < 1 tahun

Interaksi Obat
Berikut adalah ini adalah beberapa interaksi obat yang umumnya terjadi pada Clobetasol Propionate:

  • Dapat mengurangi efek antineoplastik aldesleukin.
  • Dapat mempotensiasi efek hiperglikemik dari ceritinib.
  • Dapat mengurangi efek terapi corticorelin dan hyaluronidase.
  • Dapat meningkatkan efek merugikan / toksik dari deferasinox.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Clobetasol Propionate ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait