Sukses

Pengertian Clast

Clast adalah obat yang mengandung clebopride malate.

Obat ini digunakan untuk mengatasi gangguan fungsi pencernaan, muntah, dan gangguan pencernaan lainnya yang dipicu oleh penyakit organik atau terapi (misalnya kemoterapi, pembedahan, radioterapi).

Artikel Lainnya: Ketahui Efek Samping dan Risiko Bius Umum

Keterangan Clast

Obat Clast

Berikut adalah keterangan Clast, mulai dari golongan obat hingga harga:

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antasida, Agen Antirefluks dan Antiulserasi/Antiemetik.
  • Kandungan: Clebopride Malate 0.5 mg.
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet Salut Selaput.
  • Farmasi: PT Meiji Indonesian Pharmaceutical Industries.
  • Harga: Rp22.000 – Rp40.000/ Strip.

Kegunaan Clast

Fungsi obat Clast adalah untuk mengatasi gangguan fungsi pencernaan, muntah, dan gangguan pencernaan lainnya yang disebabkan oleh:

  • Penggunaan obat antikanker dan radioterapi.
  • Obstruksi usus.
  • Bedah saraf.
  • Pasca anestesi.
  • Cegukan pasca operasi.
  • Perubahan morfologi
  • Gastritis akut.
  • Uremia.
  • Alkoholisme akut.
  • Infeksi (infeksi saluran napas, meningeal, dll).

Artikel Lainnya: Seluk-beluk Radioterapi untuk Pasien Kanker

Dosis dan Cara Penggunaan Clast

Clast termasuk obat keras yang memerlukan resep dokter.

  • Dosis: 1 tablet diminum 3x sehari.
  • Penggunaan: Obat sebaiknya diberikan saat perut kosong (30 menit sebelum makan).

Cara Penyimpanan Clast

Simpan di tempat bersuhu ruang dan kering, serta terhindar dari sinar matahari langsung.

Efek Samping Clast

Efek samping penggunaan Clast, antara lain:

  • Mengantuk.
  • Tegang payudara.
  • Pusing.

Kontraindikasi

Hindari penggunaan Clast pada kondisi berikut:

  • Pasien yang stimulasi motilitas lambungnya mungkin berbahaya (obstruksi, perdarahan, perforasi).
  • Pasien dengan tardive dyskinea terbukti menjadi neuroleptik.

Artikel Lainnya: Ini Pertolongan Pertama untuk Atasi Mual dan Muntah

Interaksi Obat

Penggunaan Clast dengan obat-obatan lainnya bisa memicu interaksi, seperti:

  • Dapat mempotensiasi efek sistem saraf pusat dari fenotiazin dan obat antidopaminergik lainnya.
  • Efek sedatif dapat muncul ketika digunakan bersamaan dengan obat penenang, hipnotik, narkotika, serta alkohol.

Kategori Kehamilan

Perhatian khusus harus dilakukan jika digunakan selama 3 bulan pertama kehamilan.

Peringatan Menyusui

Perhatian khusus harus dilakukan jika digunakan selama menyusui.

Artikel
    Penyakit Terkait