Sukses

Pengertian Claritin

Claritin merupakan obat yang mengandung Loratadine. Loratadine merupakan golongan obat antihistamin generasi kedua yang biasanya digunakan untuk meredakan gejala-gejala alergi, seperti gatal-gatal, kulit bentol dan bersin-bersin. Claritin bekerja dengan cara mengikat zat-zat di dalam tubuh kita yang menyebabkan reaksi alergi (histamine H1), sehingga akan meredakan reaksi alergi tersebut. Claritin merupakan golongan obat keras, sehingga penggunaannya perlu di konsultasikan terlebih dahulu pada Dokter.

Keterangan Claritin

  1. Claritin Sirup
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antihistamin dan Antialergi
    • Kandungan: Loratadine 5 mg/ 5 mL
    • Bentuk: Sirup
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol @ 30 mL; Botol @ 60 mL
    • Farmasi: Bayer Indonesia.
  2. Claritin Tablet 
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antihistamin dan Antialergi
    • Kandungan: Loratadine 10 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: Bayer Indonesia.

Kegunaan Claritin

Claritin digunakan untuk mengatasi kondisi alergi, seperti pilek, gatal, hidung tersumbat dan bersin-bersin.

Dosis & Cara Penggunaan Claritin

Claritin termasuk golongan obat keras sehingga hanya bisa digunakan berdasarkan resep Dokter.

Aturan penggunaan Claritin Sirup:
1 sendok takar (5 mL), diminum 2 kali sehari. Atau 2 sendok takar (10 mL), diminum 1 kali sehari.

Aturan penggunaan Claritin Tablet:
1 tablet sekali sehari.

Efek Samping Claritin

Efek samping yang mungkin muncul selama penggunaan Claritin, antara lain sakit kepala, mengantuk, lelah, gugup.

Kontraindikasi:
Tidak boleh di berikan pada pasien yang hipersensitif terhadap Loratadine.

Interaksi Obat:
Dapat meningkatkan konsentrasi plasma jika di berikan bersamaan dengan ketoconazole, fluconazole, erythromycin, clarithromycin, cimetidine.

Artikel
    Penyakit Terkait