Sukses

Pengertian Claritin

Claritin adalah obat yang mengandung loratadine. Loratadine umumnya digunakan untuk meredakan gejala-gejala alergi, seperti gatal-gatal, kulit bentol, dan bersin-bersin.

Claritin bekerja dengan mengikat zat-zat penyebab alergi, yang kemudian akan membantu mengurangi reaksi alergi.

Artikel Lainnya: Delapan Mitos Alergi Anak, Bagaimana Faktanya?

Keterangan Claritin

Berikut ini keterangan Claritin, dari golongan obat hingga harga:

1. Claritin Sirup

Claritin Sirup

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antihistamin & Antialergi.
  • Kandungan: Loratadine 5 mg per 5 ml.
  • Bentuk: Sirup.
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: Botol @ 30 ml; Botol @ 60 ml.
  • Farmasi: Merck Sharp & Dohme Pharma/ Bayer Indonesia.
  • Harga Claritin 30 ml: Rp39.000 – Rp77.000/ Botol.
  • Harga Claritin 60 ml: Rp78.500 – Rp141.000/ Botol.

2. Claritin Tablet

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antihistamin & Antialergi.
  • Kandungan: Loratadine 10 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet.
  • Farmasi: Bayer Indonesia.
  • Harga: Rp75.000 – Rp128.000/ Strip.

Kegunaan Claritin

Fungsi Claritin adalah untuk meredakan gejala-gejala alergi, seperti kulit gatal, hidung tersumbat, serta bersin-bersin.

Artikel Lainnya: Reaksi Alergi Sudah Parah, Ampuhkah Pakai Cetirizine?

Dosis dan Cara Penggunaan Claritin

Claritin termasuk obat keras yang hanya bisa digunakan dengan resep dokter.

1. Claritin Sirup

  • Dewasa: 5 ml, diminum 2x sehari. Atau 10 ml, diminum 1x sehari.
  • Anak 2-12 tahun dengan berat badan > 30 kg: 10 ml, diminum 1x sehari.
  • Anak 2-12 tahun < 30 kg: 5 ml, diminum 1x sehari.

2. Claritin Tablet

  • Dewasa: 1 tablet, diminum 1x sehari. Atau ½ tablet, diminum 2x sehari.

Cara Penyimpanan Claritin

Simpan antara 20-25 derajat Celsius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Claritin

Efek samping yang dapat timbul selama penggunaan Claritin meliputi:

Artikel Lainnya: Cara Tepat Atasi Alergi Selama Kehamilan

Overdosis

Gejala akibat overdosis Claritin dapat berupa:

Kontraindikasi

Tidak boleh diberikan jika pasien hipersensitif terhadap loratadine.

Interaksi Obat

Penggunaan Claritin dapat meningkatkan konsentrasi plasma jika diberikan berbarengan dengan obat-obatan berikut:

  • Ketoconazole.
  • Fluconazole.
  • Erythromycin.
  • Clarithromycin.
  • Cimetidine.  

Kategori Kehamilan

Kategori B: Studi pada hewan tidak menunjukkan bahaya pada janin. Hanya saja, studi pada wanita hamil masih sangat terbatas.

Peringatan Menyusui

Loratadine dapat terserap ke dalam ASI. Jangan mengonsumsi obat tanpa berkonsultasi kepada dokter.

Artikel
    Penyakit Terkait