Sukses

Pengertian Cisapride

Cisapride adalah sediaan tablet yang diproduksi oleh PT. Dexa Medica. Cisapride berfungsi untuk meningkatkan tekanan cincin otot di bagian bawah kerongkongan (oesophageal sphincter), mempersingkat masa perjalanan makanan hingga mencapai usus halus, meningkatkan aktivitas usus halus, serta mengurangi arus balik asam lambung menuju kerongkongan (refluks asam lambung). Berdasarkan manfaatnya, Cisapride digunakan untuk mengobati penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) yang ditandai dengan rasa nyeri ulu hati saat asam lambung naik kembali menuju esofagus. Selain itu, Cisapride juga digunakan untuk membantu penyembuhan tukak esofagus. Cisapride meningkatkan aktivitas saluran pencernaan dengan meningkatkan pelepasan asetilkolin di otot polos usus dan mempersingkat waktu pengosongan lambung.

Keterangan Cisapride

  • Golongan: Obat Keras
  • Kategori: Antiinflamasi
  • Kandungan: Cisapride 5 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan : Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: PT. Dexa Medica
  • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Guarposid, Acpulsif, Pridesia

Kegunaan Cisapride

Cisapride berguna meningkatkan tekanan cincin otot di bagian bawah kerongkongan (oesophageal sphincter), mempersingkat masa perjalanan makanan hingga mencapai usus halus, meningkatkan aktivitas usus halus, serta mengurangi arus balik asam lambung menuju kerongkongan (refluks asam lambung).

Dosis & Cara Penggunaan Cisapride

Cisapride merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter.

  • Penyakit asam lambung, gangguan gerakan saluran pencernaan (gastrointestinal), sakit maag tanpa sebab yang jelas (non-ulcer dyspepsia).
    • Dosis: 1-2 tablet, diminum 3-4 kali sehari. Dosis maksimum per hari adalah 8 tablet. Untuk penderita kerusakan ginjal dan hati dosis akan dikurangi.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Cisapride

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Cisapride, antara lain:

  • Kram perut.
  • Sakit kepala, pusing.
  • Diare
  • Kejang
  • Sering buang air kecil.


Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Hipersensitif terhadapa kandungan obat.
  • Penderita perdarahan saluran pencernaan.
  • Pasien dengan penggunaan obat antijamur, eritromycin dan klaritomicin.
  • Neonatus prematur dengan usia ≤3 bulan.
  • Penderita penyakit jantung, penyakit paru.
  • Wanita hamil.

Interaksi Obat

  • Penggunaan cispride bersama dengan benzodiazepin dan alkohol dapat meningkatkan efek sedatif.
  • Penggunaan cispride bersama dengan obat antikoagulan dapat meningkatkan waktu protrombin pada pasien yang menggunakan dapat ditingkatkan.
  • Efek yang berlawanan bila diberikan bersamaan dengan obat antikolinergik.
  • Hindari cisapride dengan golongan obat anti alergi, antibakteri, antidepresan, antijamur, antinauseant, antipsikotik dan protease-inhibitor.
  • Cisapride meningkatkan penyerapan obat simetidin dan ranitidin.
  • Jus anggur dapat meningkatkan bioavailabilitas cisapride, hindari penggunaan bersamaan.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Cisapride ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait