Sukses

Pengertian Cimetidine

Cimetidine adalah golongan obat dari kelas penghambat H2 (Antagonis H2) yaitu kelas obat yang menghalangi aksi histamin pada reseptor histamin H2 dari sel-sel parietal dalam lambung. Cimetidin bekerja dengan cara mengurangi produksi asam lambung yang berlebih akibat penghambatan reseptor histamin-H2. Cimetidine digunakan untuk mengobati tukak lambung (luka pada lambung yang menyebabkan keluhan sakit maag) dan tukak duodenum jinak (luka terbuka yang timbul di dinding usus 12 jari, yaitu bagian awal dari usus halus), refluks esofagitis (naiknya asam lambung ke kerongkongan), sindrom Zollinger-Ellison (masalah pencernaan langka yang disebabkan oleh kemunculan tumor pada pankreas atau pada duodenum), kondisi lain di mana pengurangan asam lambung akan bermanfaat.

Keterangan Cimetidine

  1. Cimetidine Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas terapi: Antasida, Antirefluks dan Antiulserasi
    • kandungan: Cimetidine 200 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: 1 Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: Sanbe Farma, First Medifarma, Novapharin, Phapros, Kimia Farma, Mulia Farma Suci, IFARS, Holi Pharma, Promedrahardjo Farmasi Industri, Phyto Kemo Agung Farma, Bernofarm, Pertiwi Agung.
    • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Corsamet, Omekur, Licimet, Tidifar, Cimedine, Sanmetidine, Lexamet, Gastricon, Tidifar, Ramet, Corsamet.
  2. Cimetidine Kaplet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas terapi: Antasida, Antirefluks dan Antiulserasi
    • kandungan: Cimetidine 200 mg
    • Bentuk: Kaplet
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: 1 Strip @ 10 Kaplet
    • Farmasi: Sejahtera Lestari Farma
    • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Cimexol, Licomet, Selestidin, Vargumet, Xepamet.

Kegunaan Cimetidine

Cimetidine digunakan untuk mengobati tukak lambung dan tukak duodenum jinak, tukak stomal, refluks esofagitis, sindrom Zollinger-Ellison, kondisi lain di mana pengurangan asam lambung akan bermanfaat.

Dosis dan Cara Penggunaan Cimetidine

Cimetidine termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.

  • Tukak lambung dan duodenum jinak: dosis 800 mg perhari, diminum sebelum tidur atau 400 mg diminum 2 kali sehari selama minimal 4 minggu (tukak duodenum), 6 minggu (tukak lambung), dan 8 minggu (tukak terkait OAINS).
  • Dosis pemeliharaan: dosis 400 mg setiap hari diminum sebelum tidur atau 2 kali sehari.
  • GERD: dosis 400 mg diminum 4 kali sehari atau 800 mg diminum 2 kali sehari selama 4-12 minggu.
  • Zollinger-Ellison syndrome: dosis 300 atau 400 mg diminum 4 kali sehari.
  • Mencegah perdarahan saluran pencernaan akibat ulkus stres: dosis 200-400 mg diminum tiap 4-6 jam.
  • Mencegah masuknya asam lambung ke paru-paru selama anestesi umum: dosis 400 mg diberikan 90-120 menit sebelum induksi anestesi atau awal persalinan. Dosis 400 mg dapat diulang tiap 4 jam bila perlu. Dosis harian maksimal: 2,4 g.
  • Dispepsia non ulkus: Maksimal dosis: 800 mg perhari dalam dosis terbagi.
  • Sindrom usus pendek: dosis awal: dosis 400 mg diminum 2 kali sehari, dosis disesuaikan menurut respons.
  • Insufisiensi pankreas: dosis 800-1600 mg / hari dalam 4 dosis terbagi.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 16-30 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Cimetidine

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Cimetidine adalah:

  • Diare dan gangguan saluran cerna lainnya
  • Sakit kepala, pusing
  • Ruam dan rasa letih
  • Takikardia (sangat jarang)
  • Nyero otot dan sendi
  • Kelainan darah

Kontraindikasi
Pasien yang memiliki hipersensitivitas dan alergi terhada cimetidine atau obat-obatan golongan antagonis reseptor H2 lainnya.

Interaksi obat

  • Mengurangi penyerapan dasatinib, ketoconazole, itraconazole dan posaconazole.
  • Dapat meningkatkan kadar fenitoin, teofilin, lidokain, hidroksizin, dan antikoagulan oral dalam serum.
  • Penyerapan dapat dikurangi dengan antasida.
  • Penurunan bioavailabilitas dengan metoclopramide, sucralfate atau propantheline.
  • Dapat mempotensiasi efek myelosupresif (misalnya Agranulositosis, neutropenia) dari obat myelosupresif (misalnya Antimetabolit, zat alkilasi) atau terapi (misalnya Radiasi).

Katagori kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Cimetidine ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Overdosis

  • Gejala: Pusing, bradikardia (denyut jantung di bawah normal), depresi sistem saraf pusat, muntah.
  • Penatalaksanaan: Induksi muntah dan / atau lavage lambung, diikuti dengan pengobatan simtomatik dan suportif.