Sukses

Pengertian Cetrotide

Cetrotide adalah jenis obat yang digunakan untuk mencegah terjadinya ovalusi prematur (pelepasan sel telur) sebagai persiapan untuk kehamilan. Cetrotide mengandung Cetrorelix acetate. Obat ini bekerja dengan menghalangi pelepasan hormon tertentu (hormon luteinizing). Cetrorelix menghentikan telur agar tidak dilepaskan terlalu dini dan memberi waktu pada telur untuk tumbuh dengan baik.

Keterangan Cetrotide

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Hormon Tropik dan Preparat Sintetik.
  • Kandungan: Cetrorelix acetate.
  • Bentuk: Serbuk Injeksi.
  • Satuan Penjualan: Vial.
  • Kemasan: Bpx, 7 Tray @ 1 Vial @ 0.25 mg + 1 Prefilled Syringe Pelarut @ 1 mL + 2 Jarum
  • Farmasi: Merck Tbk.

Kegunaan Cetrotide

Cetrotide digunakan untuk mencegah terjadinya ovalusi prematur sebagai persiapan untuk kehamilan.

Dosis & Cara Penggunaan Cetrotide

Penggunaan Cetrotide harus berdasarkan resep Dokter. Aturan penggunaan Cetrotide secara umum adalah:

  • Diberikan sebanyak 1 kali sehari sebanyak 0.25 mg disuntikkan melalui subkutan (melalui bawah kulit) dengan interval atau jarak pemakaian 24 jam. Digunakan mulai hari ke 5 atau ke 6 setelah dilakukannya stimulasi ovarium dan dilanjutkan selama dilakukannya terapi gonadotropin (hormon yang diproduksi oleh aktivitas sel pada ovarium dan testis).
  • Diberikan pada hari ke 7 stimulasi ovarium sebanyak 3 mg. Selanjutnya diteruskan dengan dosis harian 0.25 mg diberikan setelah 96 jam setelah waktu induksi ovarium (indung telur).

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celcius. Lindungi dari cahaya.

Efek Samping Cetrotide

Efek samping Cetrotide yang mungkin terjadi:

  • Pengguna mengalami ruam merah pada area injeksi.
  • Pengguna akan merasa sakit dan nyeri di area injeksi.
  • Pengguna dimungkinkan merasa mual dan muntah.
  • Hipertensi
  • Sndrom hiperstimulasi ovarium.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Cetrotide pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Penderita gagal ginjal dan hati.
  • Wanita menopause.
  • Hipersenitif (alergi) terhadap manitol.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Cetrotide ke dalam Kategori X:
Studi pada hewan atau manusia telah menunjukkan kelainan pada janin atau ada bukti risiko pada janin berdasarkan pengalaman manusia. Risiko penggunaan obat ini pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang diharapkan. Obat ini dikontraindikasikan pada wanita hamil dan wanita usia subur yang memiliki kemungkinan hamil.

Overdosis

  • Overdosis pada manusia dapat menyebabkan durasi tindakan yang lama tetapi tidak mungkin dikaitkan dengan efek toksik akut. Oleh karena itu, jika terjadi overdosis, tidak diperlukan tindakan khusus.
Artikel
    Penyakit Terkait