Sukses

Pengertian Cetivar

Cetivar adalah obat yang diproduksi oleh PT. Meprofarm. Cetivar mengandung Citicoline sodium yang berfungsi untuk mengobati penyakit Alzheimer dan jenis demensia lainnya, luka di kepala, penyakit serebrovaskular seperti stroke, hilang ingatan karena faktor usia, penyakit parkinson (degenerasi sel saraf secara bertahap pada otak bagian tengah yang berfungsi mengatur pergerakan tubuh yang menyebabkan terjadinya getaran pada tubuh), ADHD (sebuah gangguan pada perkembangan otak yang menyebabkan penderitanya menjadi hiperaktif, impulsif, serta susah memusatkan perhatian), dan glukoma (penyakit mata di manatekanan cairan dalam bola mata menjadi terlalu tinggi, sehingga merusak serat lembut saraf optik yang membawa sinyal penglihatan dari mata ke otak). Metabolisme glukosa pada otak, aliran darah, dan konsumsi oksigen ke otak diduga juga bisa ditingkatkan dengan pemberian Citicoline. Cetivar berfungsi untuk membantu mencegah degenerasi saraf dan melindungi kerusakan mata akibat degenerasi saraf optik, meningkatkan phosphatidylcholine, meningkatkan metabolisme glukosa di otak, meningkatkan aliran darah dan oksigen otak.

Keterangan Cetivar

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Nootropics dan Neurotonics atau Neurotrophics
  • Kandungan: Citicoline 125 mg/ml
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Ampul
  • Kemasan: Box, 5 Ampul @ 2 mL
  • Farmasi: PT. Meprofarm

Kegunaan Cetivar

Cetivar digunakan untuk membantu menangani penurunan kemampuan kognitif pada pasien usia lanjut.

Dosis & Cara Penggunaan Cetivar

Cetivar merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter.

Diberikan dosis 500-1.000 mg setiap hari, disuntikkan melalui injeksi intramuskular (melalui otot) atau injeksi intravena (melalui pembuluh darah) lambat selama 3-5 menit, atau melalui infus 40-60 tetes / menit.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Efek Samping Cetivar

Efek samping penggunaan Cetivar yang mungkin terjadi adalah:

  • Sakit perut
  • Kelelahan
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Ruam
  • Bradikardia (denyut jantung lambat)
  • Takikardia (detak jantung melebihi 100 kali per menit)
  • Diare
  • Ketidaknyamanan ulu hati
  • Hipotensi (tekanan darah rendah)

Kontraindikasi
Tidak boleh diberikan pada penderita hipertonia sistem saraf parasimpatis.

Interaksi Obat
Dapat mempotensiasi efek Levodopa.

Artikel
    Penyakit Terkait