Sukses

Pengertian Ceteme

Ceteme adalah obat dengan kandungan Chlorphenirramine maleate yang digunakan untuk membantu mengatasi gejala yang terjadi akibat alergi. Salah satu penyebab alergi adalah debu, bulu hewan, serbuk sari dan makanan. Ceteme bekerja dengan menghambat efek dari histamin.

Keterangan Ceteme

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas.
  • Kelas Terapi: Antihistamin.
  • Kandungan: Chlorphenirramine maleate 4 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan:Box, 36 Catch Cover @ 1 Strip @ 12 Tablet.
  • Farmasi: Ciubros Farma

Kegunaan Ceteme

Ceteme digunakan mengobati alergi rhinitis (radang selaput lendir hidung), alergi konjungtivitas (peradangan yang terjadi pada selaput bening), urticaria (gatal-gatal, biduran), atal-gatal karena gigitan serangga, alergi eksema (melepuh) dan alergi dermatitis (peradangan kulit).

Dosis & Cara Penggunaan Ceteme

Ceteme merupakan Obat yang termasuk ke dalam Golongan Obat Bebas Terbatas sehingga pada setiap pembelian nya tidak harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Ceteme Tablet juga dapat dilihat pada label kemasan tanpa harus berdasarkan anjuran Dokter.

  • Dewasa: 1 tablet diminum setiap 4-6 jam, maksimal 6 tablet perhari.
  • Anak-anak 2-5 tahun diminum 1 mg setiap 4-6 jam.
  • Anak usia 6-12 tahun: ½ tablet, diminum setiap 4-6 jam. Maksimal: 3 tablet setiap hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Ceteme

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Ceteme, antara lain:

  • Depresi susunan saraf pusat.
  • Sedasi (penenang).
  • Mengantuk.
  • Kelelahan.
  • Pusing, Sakit kepala.
  • Gangguan saluran cerna termasuk mual, muntah, sembelit atau diare.
  • Nafsu makan meningkat.
  • Nyeri epigastrium atau nyeri ulu hati.
  • Mengaburkan penglihatan.
  • Disuria (rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil).
  • Mulut kering.
  • Sesak di dada.
  • Tinnitus (bunyi atau dengungan pada telinga).

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Ceteme pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Asma akut.
  • Glaoukoma (kerusakan saraf mata yang menyebabkan gangguan penglihatan dan kebutaan).
  • Obstruksi (penyumbatan) kandung kemih.
  • Hipertropi prostat sismtomatik (pembesaran prostat).
  • Ulkus peptikum (kerusakan pada lapisan mukosa).

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Ceteme:

  • Berpotensi Fatal: Peningkatan efek antikolinergik bila diberikan bersamaan dengan MAOI.
  • Dapat meningkatkan efek sedatif hipnotik, ansiolitik, sedatif, analgesik opioid, dan neuroleptik.
  • Dapat menghambat metabolisme fenitoin yang dapat menyebabkan toksisitas fenitoin.

Overdosis

  • Gejala: Sedasi, eksitasi paradoks dari sistem saraf pusat, psikosis toksik, sesak napas, kejang, reaksi distonik, kolaps kardiovaskular selama aritmia.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Dapat diberikan arang aktif. Obati kejang dengan diazepam melalui injeksi intravena (melalui pembuluh darah). Dapat dilakukan tindakan hemoperfusi pada kasus yang parah. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.



Artikel
    Penyakit Terkait