Sukses

Pengertian Cendo Tonor

Cendo Tonor adalah obat yang digunakan untuk mengobati tekanan tinggi di dalam mata karena glaukoma (kerusakan saraf mata yang menyebabkan gangguan penglihatan dan kebutaan). Cendo Tonor juga dapat mengobati penyakit hipertensi okular (menurunkan tekanan tinggi di dalam mata dan membantu mencegah kebutaan). Cendo Tonor termasuk dalam kelas obat yang dikenal sebagai beta blocker dan bekerja dengan mengurangi jumlah cairan yang ada di dalam mata. 

Keterangan Cendo Tonor

  1. Cendo Tonor
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Antiglaukoma, Beta Bloker.
    • Kandungan: Betaxolol 0.5%.
    • Bentuk: Tetes Mata.
    • Satuan Penjualan: Botol.
    • Kemasan: Botol @ 5 mL.
    • Farmasi: Cendo Pharmaceutical.
  2. Cendo Tonor Minidose
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Antiglaukoma, Beta Bloker.
    • Kandungan: Betaxolol 0.5%.
    • Bentuk: Tetes Mata.
    • Satuan Penjualan: Botol PE.
    • Kemasan: Botol PE @ 0.3 mL dan 0.6 mL.
    • Farmasi: Cendo Pharmaceutical.

Kegunaan Cendo Tonor

Cendo Tonor digunakan untuk mengobati tekanan tinggi di dalam mata karena glaukoma, dan untuk menurunkan tekanan tinggi di dalam mata.

Dosis & Cara Penggunaan Cendo Tonor

Cendo Tonor termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  • Aturan pakai: teteskan 1 tetes Cendo Tonor pada mata yang sakit, sebanyak 2 kali sehari atau sesuai anjuran dokter.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 15-25 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Cendo Tonor

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Cendo Tonor, antara lain:

  • Perih pada mata
  • Rasa gatal
  • Mata memerah
  • Rasa seperti menyengat dan terbakar pada mata

Kontraindikasi
Obat ini sebaiknya tidak digunakan pada pasien yang hipersensitif terhadap kandungan obat. 

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Cendo Tonor ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait