Sukses

Pengertian Cendo Siloxan

Cendo Siloxan adalah salah satu nama dagang dari natrium hyaluronat. Cendo Siloxan digunakan untuk melembabkan dan melumaskan mata. Natrium hyaluronat membentuk larutan elastis kental apabila terpapar pada air, oleh karena itu Cendo Siloxan juga cocok digunakan sebagai pengganti air mata pada pasien yang kekurangan produksi air mata.

Keterangan Cendo Siloxan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Pelumas Mata.
  • Kandungan: Sodium hyaluronat 1.5 mg, sodium chloride 50 mg.
  • Bentuk: Tetes Mata.
  • Satuan Penjualan: Botol Tetes.
  • Kemasan: Botol Tetes @ 5 mL.
  • Farmasi: PT Cendo Pharmaceutical Industries.

Kegunaan Cendo Siloxan

Cendo Siloxan memiliki kegunaan sebagai tearpi tambahan sebelum operasi pengangkatan katarak dan implan lensa mata, membantu melumaskan mata, serta membantu mengatasi iritasi pada mata.

Dosis & Cara Penggunaan Cendo Siloxan

Cendo Siloxan Tetes Mata termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.

  • Teteskan 1-2 tetes pada mata sebanyak 2-4 kali sehari atau sesuai dengan anjuran dokter.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Cendo Siloxan

Efek samping yang mungkin terjadi ketika penggunaan Cendo Siloxan adalah:

  • Peningkatan sementara pada tekanan intraokular (tekanan pada mata)
  • Hipertermia (peningkatan suhu tubuh).
  • Mengurangi produksi air ludah.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Cendo Siloxan pada pasien yang memiliki indikasi hipersensitif terhadap sodium hyaluronat atau protein unggas.

Interaksi Obat
Dapat mempengaruhi konsentrasi kadar lithium.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Cendo Siloxan ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait