Sukses

Pengertian Cendo Polypred

Cendo Polypred adalah obat untuk mengatasi iritasi dan peradangan pada mata, terutama yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Cendo Polypred mengandung Prednisolone asetat, Neomisin sulfat, serta Polimiksin B. Perdisolon asetat bekerja dengan menurunkan respon sistem imun tubuh (yang menyebabkan terjadinya reaksi peradangan sebagai upaya untuk mengeluarkan zat asing dari dalam tubuh). Neomisin sulfat dan Polimiksin B adalah obat-obatan antibiotik yang berfungsi untuk menahan laju infeksi bakteri. Cendo Polypred bekerja dengan menghambat aktivitas enzim tertentu yang diperlukan oleh bakteri untuk membentuk protein. Hal ini secara praktis menghambat pertumbuhan bakteri dan kemampuannya untuk membelah diri. Polimiksin B bekerja dengan merusak dinding sel bakteri dan membunuh bakteri tersebut. Kombinasi keduanya menghasilkan efek antibakteri yang luas.

Keterangan Cendo Polypred

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antibiotik Topikal, Kortikosteroid Mata.
  • Kandungan: Prednisolone acetat, neomycin sulphate, polymyxin B sulphate.
  • Bentuk: Tetes Mata.
  • Satuan Penjualan: Botol Tetes.
  • Kemasan: Botol Tetes @ 5 mL; Catch Cover, Botol @ 0.6 mL
  • Farmasi: PT Cendo Pharmaceutical Industries.

Kegunaan Cendo Polypred

Cendo Polypred memiliki kegunaan untuk meredakan infeksi pada mata akibat bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan Cendo Polypred

Cendo Polydex termasuk dalam golongan obat keras, sehingga penggunaan obat ini harus dengan anjuran dan resep Dokter.

  • Dewasa: Teteskan 1-2 tetes Cendo Polypred pada mata setiap 4 jam atau sesuai dengan anjuran dokter.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Cendo Polypred

Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Cendo Polypred adalah:

  • Reaksi alergi.
  • Peningkatan tekanan cairan mata.
  • Melambatnya pemulihan luka.
  • Iritasi, sensasi panas, rasa ngilu, infeksi kulit.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Cendo Polypred pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Hipersensitif terhadap neomisin.
  • Infeksi yang disebabkan oleh bakteri, jamur, atau virus dan pada rosacea (suatu kondisi yang menyebabkan benjolan kemerahan dan biasanya kecil, merah, dan berisi nanah di wajah), jerawat, dermatitis perioral (peradangan kulit pada daerah mulut), dan erupsi serbet (peradangan kulit pada daerah bokong).

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Cendo Polypred ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Artikel
    Penyakit Terkait