Sukses

Pengertian Cendo Lubricen

Cendo Lubricen adalah obat tetes mata yang mengandung zat aktif Hydroxypropyl methylcellulose. Cendo Lubricen digunakan untuk membantu mencegah mata kekurangan cairan yang dapat menyebabkan mata menjadi merah dan iritasi. Cendo Lubricen juga digunakan untuk membantu meredakan iritasi dan kemerahan pada mata. Cendo Lubricen memberikan kelembaban pada mata.

Keterangan Cendo Lubricen

  1. Cendo Lubricen Minidose

    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Pelumas Mata
    • Kandungan: Hydroxypropyl methylcellulose 20 mg/ mL
    • Bentuk: Tetes Mata
    • Satuan Penjualan: Catch Cover
    • Kemasan: Catch Cover, Botol @ 0.6 mL
    • Farmasi: Cendo Pharmaceutical Industries.
  2. Cendo Lubricen Botol
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Pelumas Mata
    • Kandungan: Hydroxypropyl methylcellulose 20 mg/ mL
    • Bentuk: Tetes Mata
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Botol @ 5 mL dan 15 mL
    • Farmasi: Cendo Pharmaceutical Industries.

Kegunaan Cendo Lubricen

Cendo Lubricen digunakan sebagai pelumas mata, meredakan mata kering, membantu mencegah mata kekurangan cairan, serta membantu untuk meredakan iritasi dan kemerahan pada mata.

Dosis & Cara Penggunaan Cendo Lubricen

Cendo Lubricen termasuk dalam golongan obat keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter.

  • Dosis: teteskan 1-2 tetes Cendo Lubricen pada mata yang sakit, sebanyak 3 kali sehari atau sesuai kebutuhan.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Cendo Lubricen

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Cendo Lubricen, antara lain:

  • Rasa gatal, dan iritasi pada mata
  • Penglihatan kabur
  • Sakit mata
  • Peningkatan tekanan intraokular

Kontraindikasi
Jangan gunakan pada pasien yang hipersensitif terdahap kandungan obat.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Cendo Lubricen ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait