Sukses

Pengertian Cendo Cetapred

Cendo Cetapred adalah sediaan untuk mata yang dikemas dalam bentuk sediaan salep mata dan tetes mata. Cendo Cetapred mengandung Prednisolone dan Sulfacetamide yang digunakan untuk mengatasi masalah mata, seperti radang kelopak mata, alergi konjungtivitis (mata merah akibat peradangan pada selaput yang melapisi permukaan bola mata dan kelopak mata), kemasukan benda asing, debu dari udara.

Keterangan Cendo Cetapred

  1. Cendo Cetapred Salep Mata
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Hormon Kortikosteroid
    • Kandungan: Prednisolone, dan Sulfacetamide.
    • Bentuk: Salep Mata.
    • Satuan Penjualan: Tube.
    • Kemasan: Tube 3.5 Gram.
    • Farmasi: Cendo.
  2. Cendo Cetapred Tetes Mata:
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Hormon Kortikosteroid
    • Kandungan: Prednisolone, dan Sulfacetamide.
    • Bentuk: Tetes Mata.
    • Satuan Penjualan: Botol tetes.
    • Kemasan: Botol Tetes 0.6 mL, 5 mL, dan 15 mL.
    • Farmasi: Cendo.

Kegunaan Cendo Cetapred

Cendo Cetapred digunakan untuk mengatasi masalah mata, seperti radang kelopak mata, dan iritasi pada mata.

Dosis & Cara Penggunaan Cendo Cetapred

Cendo Cetapred termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.

  1. Cendo Cetapred Tetes Mata
    • Cara penggunaan: Teteskan 1 tetes Cendo Cetapred setiap 2 jam, perlambat jarak pemberian obat setelah gejala membaik. Lanjutkan pemberian hingga 48 jam setelah tidak dirasakan lagi gejala infeksi. 
  2. Cendo Cetapred Salep Mata
    • Penggunaan salep Cendo Cetapred: oleskan tipis-tipis Cendo Cetapred pada area mata yang terinfeksi setiap 3-4 jam dan sebelum tidur atau sesuai anjuran dokter.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Cendo Cetapred

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Cendo Cetapred, yaitu:

  • Sensasi seperti terbakar, dan menyengat pada mata
  • Iritasi pada mata 

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Cendo Cetapred pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Pasien yang hipersensitif
  • Bayi usia < 2 bulan
Artikel
    Penyakit Terkait