Sukses

Pengertian Carbazochrome

Carbazochrome adalah obat yang digunakan untuk memperpendek waktu pendarahan. Carbazochrome bekerja dengan cara menghambat peningkatan permeabilitas kapiler dan memperkuat resistensi kapiler, sehingga dapat memperpendek waktu perdarahan (hemostatik), tetapi tidak mempunyai efek pada penggumpalan darah atau sistem fibrinolitik.

Keterangan Carbazochrome

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Hemostatik
  • Kandungan: Carbazochrome sodium sulfat 5 mg/ ml
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Ampul
  • Kemasan: Box, 10 Ampul @ 10 ml
  • Farmasi: PT Etercon pharma.

Merk dagang yang beredar di Indonesia:
Aldona, Aldona Forte, Adrome, Saldona.

Kegunaan Carbazochrome

Carbazochrome digunakan untuk memperpendek waktu pendarahan yang disebabkan oleh penurunan resistensi kapiler (penurunan hambatan darah) dan peningkatan permeabilitas kapiler. Perdarahan pada kulit, membran mukosa dan membran bagian dalam, perdarahan pada eyeground, perdarahan nefrotik (pendarahann pada ginjal), dan metroragia (pendarahan pada rahim yang tidak teratur). Perdarahan abnormal selama dan setelah operasi yang disebabkan penurunan resistensi kapiler.

Dosis & Cara Penggunaan Carbazochrome

Carbazochrome merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter.

Dewasa: diberikan dosis 10 mg, melalui injeksi intramuskular (melalui otot) atau melalui injeksi subkutan (melalui bawah kulit).
Dosis dapat dinaikkan atau diturunkan tergantung pada usia dan gejala pasien.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu 8-15°C.

Efek Samping Carbazochrome

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Carbazochrome adalah erupsi, ruam, dan pruritus, mual kadang-kadang dapat terjadi kehilangan nafsu makan, dan muntah setelah pemberian oral.

Kontraindikasi:
Pasien yang memiliki hipersensitifitas pada carbazochrome sodium sulfat.

Artikel
    Penyakit Terkait