Sukses

Pengertian Carbamazepine

Carbamazepine adalah obat antiepilepsi yang dikemas dalam bentuk sediaan tablet dan kaplet. Carbamazepine diindikasikan untuk mengobati epilepsi, gangguan bipolar dan trigeminal neuralgia (rasa nyeri kronis akibat gangguan pada saraf trigeminal). Carbamazepine bekerja dengan cara menurunkan impuls saraf yang menyebabkan kejang dan nyeri.

Keterangan Carbamazepine

  1. Carbamazepine Tablet
    • Golongan : Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antikonvulsan / Obat untuk Nyeri Neuropatik
    • Kandungan: Carbamazepine 200 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: Indofarma
    • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Bamgetol, Tegretol 
  2. Carbamazepine Kaplet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antikonvulsan / Obat untuk Nyeri Neuropatik
    • Kandungan: Carbamazepine 200 mg
    • Bentuk: Kaplet Salut Selaput
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 10 Kaplet
    • Farmasi: Mersifarma Tirmaku Mercusana

Kegunaan Carbamazepine

Carbamazepine diindikasikan untuk mengobati trigeminal neuralgia (rasa nyeri kronis akibat gangguan pada saraf), epilepsi, dan mencegah gangguan bipolar.

Dosis & Cara Penggunaan Carbamazepine

Carbamazepine termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  1. Epilepsi
    • Dewasa: Dosis awal: 100-200 mg diminum 1-2 kali sehari, dosis dapat ditingkatkan secara bertahap dengan peningkatan dosis hingga 200 mg setiap hari setiap minggu.
    • Dosis pemeliharaan: 0.8-1.2 g setiap hari dalam dosis terbagi. Maksimal: 2 g setiap hari.
    • Anak: 10-20 mg / kg berat badan setiap hari dalam dosis terbagi. 
    • Anak Usia 1-5 tahun: 200-400 mg setiap hari. Maksimal: 35 mg / kg berat badan setiap hari.
    • Anak Usia > 5-10 tahun: 400-600 mg setiap hari. Maksimal: 1 g setiap hari. 
    • Anak Usia > 10-15 tahun 0.6-1 g setiap hari. Maksimal: 1 g setiap hari.
  2. Mencegah Gangguan Bipolar
    • Dewasa: Dosis awal: 400 mg setiap hari dalam dosis terbagi, dosis dapat ditingkatkan secara bertahap seperlunya.
    • Dosis emeliharaan: 400-600 mg setiap hari dalam dosis terbagi. Maksimal: 1.6 g setiap hari.
  3. Neuralgia Trigeminal
    • Dewasa: Dosis awalnya: 100-200 mg diminum 2 kali sehari, dosis dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai kebutuhan.
    • Dosis pemeliharaan: 400-800 mg setiap hari dalam dosis terbagi. Maksimal: 1.2 g setiap hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Carbamazepine

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Carbamazepine, antara lain:

  • Pusing, mengantuk.
  • Gangguan gerakan tubuh.
  • Mual, muntah.
  • Mulut kering.
  • Sakit perut, gangguan makan.
  • Diare atau sembelit.
  • Reaksi kulit ringan.
  • Gangguan fungsi serebelar dan okuli motorik.
  • Leukopenia (jumlah leukosit kurang dari normal) sementara.
  • Eosinofilia (kadar eosinofil darah lebih dari normal).
  • Leukositosis (jumlah leukosit lebih dari normal).
  • Trombositopenia (jumlah trombosit kurang dari normal).
  • Kelainan fungsi hati dan ginjal.
  • Hepatitis.
  • Penyakit kuning kolestatik.
  • Sakit kepala.

Kontraindikasi

  • Tidak boleh diberikan pada penderita penyumbatan atrioventricular, riwayat depresi sumsum tulang atau riwayat porfiria hepatik.
  • Tidak boleh digunakan bersamaan dengan atau dalam 14 hari penggunaan MAOI.
  • Tidak boleh digunakan bersamaan dengan nefazodon.

Interaksi Obat

  • Meningkatkan kadar plasma jika digunakan bersamaan dengan inhibitor CYP3A4 (misalnya: Simetidin).
  • Menurunkan kadar plasma jika digunakan bersamaan dengan induser CYP3A4 (misalnya: Cisplatin).
  • Meningkatkan risiko efek samping neurotoksik jika digunakan bersamaan dengan litium. Dapat mengurangi efek kontrasepsi hormonal.
  • Meningkatkan kadar plasma metabolit aktif carbamazepine-10, 11-epoxide jika digunakan bersamaan loxapine, quetiapine, primidone, progabide, asam valproat dan valpromide.
  • Dapat meningkatkan kadar siklofosfamid. Dapat mengurangi pajanan aripiprazole.
  • Dapat mengurangi kadar plasma tacrolimus, temsirolimus dan lapatinib. Dapat meningkatkan risiko hepatotoksisitas yang diinduksi isoniazid.
  • Risiko hiponatremia simptomatik jika digunakan bersamaan diuretik (misalnya: Hidroklorotiazid, furosemid).
  • Berpotensi fatal: Dapat menurunkan konsentrasi serum nefazodone dan metabolit aktifnya. Reaksi toksik dapat terjadi ketika dipakai bersamaan dengan MAOI.

Ketegori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Carbamazepine ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Overdosis

  • Gejala: Pusing, ataksia, mengantuk, pingsan, mual, muntah, opisthotonos (postur abnormal yang disebabkan oleh kejang otot yang kuat), gelisah, disorientasi, gemetar, gerakan tak terkendali, refleks abnormal (hipoaktif atau hiperaktif), mydriasis (pupil mata melebar), nistagmus (gerakan bola mata yang tidak terkendali), flushing, sianosis, retensi urin. Dapat terjadi hipotensi atau hipertensi. Koma mungkin dapat terjadi.
  • Penatalaksanaan: Induksi muntah atau lakukan lavage lambung. Perawatan suportif umum. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait