Sukses

Pengertian Caprenafil

Caprenafil adalah salah satu nama dagang dari sediaan obat yang mengandung zat aktif Sildenafil. Caprenafil digunakan untuk membantu mengobati masalah fungsi seksual pria (impotensi atau disfungsi ereksi). Caprenafil memiliki mekanisme kerja dengan merelaksasikan dan meningkatkan aliran darah ke penis untuk membantu pria mempertahankan ereksi. Impotensi atau disfungsi ereksi adalah kondisi ketika alat kelamin pria (penis) tidak mampu ereksi atau sulit bertahan di posisi ereksi.

Keterangan Caprenafil

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Obat untuk Disfungsi Ereksi dan Gangguan Ejakulasi.
  • Kandungan: Sildenafil citrate 50 mg; Sildenafil citrate 100 mg.
  • Bentuk: Kaplet Salut Selaput.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 4 Kaplet.
  • Farmasi: Caprifarmindo Labs.

Kegunaan Caprenafil

Caprenafil digunakan untuk membantu mengobati disfungsi ereksi/impotensi.

Dosis & Cara Penggunaan Caprenafil

Caprenafil termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.

Aturan penggunaan Caprenafil :
Dewasa: dosis 50 mg, diberikan 1 jam sebelum aktivitas seksual. Dapat juga diminum mulai dari 4 hingga ½ jam sebelum aktivitas seksual. Dosis dapat ditingkatkan hingga maksimal 100 mg atau diturunkan menjadi 25 mg. Frekuensi dosis maksimal adalah diminum sekali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 15-30 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Caprenafil

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Caprenafil, antara lain:

  • Edema wajah (pembengkakan wajah)
  • Nyeri, menggigil, sakit perut, reaksi alergi
  • Nyeri dada (angina pektoris)
  • Sinkop atau pingsan
  • Mulut kering
  • Perdarahan dubur
  • Radang gusi
  • Anemia
  • Gemetar
  • Insomnia, mengantuk

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Hipersensitif terhadap Sildenafil citrate.
  • Pasien yang menggunakan nitrat organik.
  • Wanita.
  • Bayi baru lahir dan anak-anak.


Interaksi Obat
Caprenafil tidak dapat digunakan bersamaan dengan obat-obat berikut:

  • Inhibitor CYP3A4 seperti cimetidine dan eritromisin cenderung untuk mengurangi pembukaan sildenafil.
  • Induser CYP3A4 seperti rifampisin dapat menurunkan konsentrasi plasma dari sildenafil.
  • Gejala hipotensi bila digunakan dengan α-blocker
  • Konsentrasi plasma meningkat dengan ritonavir.
  • Berpotensi Fatal: bisa memperkuat efek hipotensi dari nitrat organik dan Nicorandil.


Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Caprenafil kedalam Kategori B dengan penjelasan sebagai berikut:
Studi pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester berikutnya).

Overdosis

  • Gejala: Hipotensi (tekanan darah rendah), sinkop (pingsan), ereksi berkepanjangan.
  • Penatalaksanaan: Perawatan suportif. Untuk hipotensi berat, dapat mempertimbangkan untuk menempatkan pasien pada posisi Trendelenburg, memulai resusitasi cairan, dapat diberikan agonis α-adrenergik melalui injeksi intravena (misalnya fenilefrin), diberikan kombinasi agonis α- dan β-adrenergik (norepinefrin) untuk dukungan tekanan darah, dan / atau pemberian balon intra-aorta. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait