Sukses

Pengertian Capoten

Capoten merupakan obat yang mengandung Captopril. Obat ini di tersedia dalam tiga varian dosis, di antaranya: Capoten 12.5 mg, Capoten 25 mg, dan Capoten 50 mg. Capoten di gunakan untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi), mengobati kerusakan ginjal akibat diabetes, dan pengobatan pasca infark miokard (penyumbatan otot jantung). Capoten bekerja dengan cara merelaksasikan pembuluh darah sehingga darah dapat mengalir lebih mudah.

Keterangan Capoten

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: ACE Inhibitor / Penghambat Renin Langsung
  • Kandungan: Captopril 12.5 mg; Captopril 25 mg; Captopril 50 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Bristol-Myers Squibb

Kegunaan Capoten

Capoten di gunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi), mengobati kerusakan ginjal akibat diabetes, dan pengobatan pasca infark miokard.

Dosis & Cara Penggunaan Capoten

Obat ini termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  • Pasca Infark Miokardia :
    Pemberian obat dimulai 3 hari setelah serangan, di mulai dengan dosis 1/2 tablet 12.5 mg
  • Hipertensi
    1 tablet 12.5 mg di berikan 3 kali sehari atau 1 tablet 25mg di berikan 2 kali sehari
  • Gagal Jantung
    Dosis awal: 1 tablet 12.5 mg di berikan 3 kali sehari, dosis dapat ditingkatkan menjadi 1 tablet 25mg di berikan 3 kali sehari.
  • Diabetes Nefropati
    1 tablet 25mg di berikan 3 kali sehari untuk jangka panjang

Efek Samping Capoten

- Mual, muntah
- Diare, sembelit
- Mulut kering
- Ketidaknyamanan ulu hati
- Agranulositosis (sumsum tulang gagal membentuk granulosit)
- Trombositopenia (jumlah trombosit kurang dari normal)
- Gangguan atau kegagalan ginjal

Kontra Indikasi
Hindari penggunaan Capoten pada pasien:
- Memiliki riwayat angioedema yang berhubungan dengan pengobatan ACE, edema angioneurotik herediter atau idiopatik.
- Penggunaan bersamaan dengan aliskiren esp pada pasien dengan diabetes mellitus atau gangguan ginjal (GFR - Wanita hamil

Interaksi Obat
- Meningkatkan konsentrasi dan toksisitas lithium.
- Meningkatkan risiko leukopenia jika di berikan bersamaan dengan prokainamid dan imunosupresan.
- Penurunan pembersihan ginjal jika di berikan bersamaan dengan probenesid.
- Meningkatkan efek hipotensif TCA dan antipsikotik.
- Mengurangi efek antihipertensi jika di berikan bersamaan dengan agen simpatomimetik.
- Meningkatkan efek hipotensi jika di berikan bersamaan dengan agen penghambat adrenergik dan NSAID (misalnya: Indometasin, ibuprofen).
- Mempotensiasi efek penurun glukosa darah dari insulin dan antidiabetik oral (misalnya: Sulphonylureas).
- Dapat mengakibatkan penurunan volume dan risiko hipotensi jika di berikan bersamaan dengan diuretik tiazid atau loop (kecuali furosemide dan hidroklorotiazid).
- Dapat meningkatkan serum K jika di berikan bersamaan dengan diuretik hemat-K (misalnya: Amilorida, spironolakton, triamterene), pengganti atau suplemen garam yang mengandung K.
- Meningkatkan risiko fungsi ginjal rendah karena peningkatan serum K jika di berikan bersamaan dengan NSAID.
- Meningkatkan risiko angioedema jika di berikan bersamaan dengan neprilysin inhibitor dan target mamalia dari rapamycin inhibitor (misalnya: Temsirolimus, everolimus).

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Capoten ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Artikel
    Penyakit Terkait