Sukses

Pengertian Canesten

Canesten adalah sediaan obat dengan kandungan Klotrimazole yang digunakan untuk membantu mengobati infeksi kulit seperti gatal, kurap, kutu air, ruam popok dan infeksi jamur kulit lainnya (kandidiasis). Canesten juga digunakan untuk mengobati kondisi kulit yang dikenal sebagai pityriasis (panu), infeksi jamur yang menyebabkan penggelapan kulit leher, dada, lengan, atau kaki. Klotrimazole yang terkandung dalam Canesten termasuk dalam gologan obat antijamur azol yang bekerja dengan mencegah pertumbuhan jamur. Canesten tersedia dalam bentuk sediaan Bedak, Krim, dan Tablet Vaginal.

Keterangan Canesten

  1. Canesten Bedak:
    • Golongan: Obat Bebas Terbatas
    • Kelas Terapi: Antijamur / Antiparasit Topikal
    • Kandungan: Klotrimazole 1%.
    • Bentuk: Bedak
    • Satuan Penjualan: Botol.
    • Kemasan: Botol 20 Gram.
    • Farmasi: Bayer
  2. Canesten Krim:

    • Golongan: Obat Bebas Terbatas
    • Kelas Terapi: Antijamur / Antiparasit Topikal
    • Kandungan: Klotrimazole 1%.
    • Bentuk: Krim.
    • Satuan Penjualan: Tube.
    • Kemasan: Tube 5 Gram; Tube 10 Gram.
    • Farmasi: Bayer.
  3. Canesten Singel Dose (SD) 

    • Golongan: Obat Bebas Terbatas
    • Kelas Terapi: Antijamur / Antiparasit Topikal
    • Kandungan: Klotrimazole 1%.
    • Bentuk: Tablet.
    • Satuan Penjualan: Tablet.
    • Kemasan: Strip, 1 Tablet Vaginal + Aplikator.
    • Farmasi: Bayer.

Kegunaan Canesten

Canesten digunakan untuk mengatasi jamur pada kulit, panu, kadas atau kurap, kutu air dan ruam popok.

Dosis & Cara Penggunaan Canesten

  • Canesten Powder:
    Taburkan 1-2 kali perhari. Cara penggunaan Canesten powder ditaburkan pada bagian tubuh yang memerlukan.
  • Canesten Krim:
    Dosis: 2-3 kali sehari. Dioleskan tipis-tipis pada bagian tubuh yang memerlukan.
  • Canesten SD
    Dosis: 1 tablet vaginal, pemberian dosis tunggal pada malam hari.

Efek Samping Canesten

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Canesten, antara lain:
- Eritema atau kemerahan.
- Rasa tersengat.
- Kulit mengelupas.
- Edema atau pembengkakan.
- Gatal, rasa terbakar dan iritasi pada kulit.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan obat ini yang memiliki riwayat alergi terhadap Klotrimazol.

Interaksi Obat:
Penggunaan Klotrimazol dengan antibiotik poliena dapat menyebabkan antagonisme terhadap obat ini.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Canesten ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait