Sukses

Pengertian Candefion

Candefion adalah obat digunakan untuk menurunkan tekanan darah. Menurunkan tekanan darah dapat membantu mencegah penyakit degeneratif lainnya seperti, stroke, serangan jantung, dan masalah ginjal. Candefion bekerja dengan cara merelaksasi pembuluh darah, sehingga memperlancar proses sirkulasi darah. Selain itu, penggunaan Candefion juga dapat digunakan untuk membantu mengobati gagal jantung. Candefion tidak disarankan untuk anak-anak berusia kurang dari 1 tahun karena peningkatan risiko efek samping.

Keterangan Candefion

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antagonis Angiotensin II
  • Kandungan: Candesartan 8 mg; Candesartan 16 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Box, 3 Strip @10 Tablet
  • Farmasi: Infion.

Kegunaan Candefion

Candefion merupakan obat untuk mengobati tekanan darah tinggi dan gagal jantung dengan merelaksasikan pembuluh darah.

Dosis & Cara Penggunaan Candefion

Candefion merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. 

  • Dosis awal 4mg/hari, maksimal 16mg/hari. Efek antihipertensi maksimal dicapai dalam waktu 4 minggu setelah pengobatan.
  • Untuk pengobatan hipertensi: awalnya diminum 1 kali sehari 8 mg. Sebagai dosis pemeliharaan dapat diminum 1 kali sehari 8 mg, maksimal 32 mg per hari dalam dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi.
  • Untuk gagal jantung: 1 kali sehari 4 mg. Maksimal 32 mg per hari.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu 15-30°C.

Efek Samping Candefion

Efek samping Candefion yang mungkin terjadi antara lain pusing, vertigo, kelelahan, mual, diare dan nyeri sendi.

Kontraindikasi:

  • Hipersensitif terhadap candesartan.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Pasien dengan gangguan hati berat dan / atau kolestasis.

Interaksi obat:
Berikut ini adalah interaksi yang dapat terjadi jika menggunakan Candefion bersama dengan obat-obatan lain:

  • Mengurangi efek antihipertensi dan meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal, jika dikonsumsi bersama dengan obat antiinflamasi nonsteroid.
  • Konsumsi candesartan bagi penderita diabetes yang juga mengonsumsi obat aliskiren, berpotensi meningkatkan terjadinya gagal ginjal, hipotensi, dan hiperkalemia.
  • Berpotensi meningkatkan kadar obat lithium dalam darah.

Keamanan Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Candefion ke dalam Kategori D: Terbukti menimbulkan risiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius di mana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).

Overdosis:
Gejala overdosis Candesartan antara lain hipotensi, pusing, takikardia, bradikardia. Jika terjadi overdosis, berikan pengobatan simtomatik dan suportif (oleh tenaga medis), pantau tanda-tanda vital.

Artikel
    Penyakit Terkait