Sukses

Pengertian Calorex

Calorex adalah obat yang diproduksi oleh Konimex. Calorex mengandung paracetamol, chlorpheniramine maleate, phenylpropanolamine HCl, dan guaifenesin sebagai zat  aktifnya. Obat ini digunakan untuk membantu mengatasi gejala flu yang disertai batuk berdahak.

Paracetamol berfungsi untuk meredakan nyeri dan menurunkan demam. Sementara, chlorpheniramine maleate dapat membantu mengatasi gejala alergi. Phenylpropanolamine HCl mampu melegakan hidung tersumbat, dan guaifenesin berguna untuk mengencerkan dahak.

Artikel Lainnya: Benarkah Berenang Efektif untuk Usir Flu?

Keterangan Calorex

Berikut adalah keterangan Calorex, mulai dari golongan obat hingga harga:

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas.
  • Kelas Terapi: Analgesik (Non-Opioid) dan Antipiretik/ Obat Batuk dan Pilek
  • Kandungan: Paracetamol 120 mg, Chlorpheniramine maleate 1 mg, Phenylpropanolamine HCl 3.5 mg, Guaifenesin 15 mg.
  • Bentuk: Sirup.
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: Botol @ 60 ml.
  • Farmasi: Konimex.
  • Harga: Rp12.000 - Rp21.000/ Botol.

Kegunaan Calorex

Fungsi obat Calorex adalah meredakan gejala flu yang disertai dengan batuk berdahak.

Artikel Lainnya: Benarkah Jika Flu dan Batuk Tidak Boleh Vaksin Dulu?

Dosis & Cara Penggunaan Calorex

  • Anak 6-12 tahun: diminum 3 kali sehari, 2 sendok takar (10 ml).
  • Anak > 12 tahun: diminum 3 kali sehari, 3-4 sendok takar (15-20 ml).

Cara Penyimpanan Calorex

Simpan di tempat kering dan sejuk di bawah 30 derajat Celsius.

Efek Samping Calorex

Efek samping yang bisa saja timbul setelah penggunaan Calorex adalah:

  • Mulut kering.
  • Gangguan pencernaan.
  • Mengantuk.
  • Denyut jantung di atas normal.
  • Gangguan irama jantung.
  • Jantung berdebar.
  • Sulit berkemih.
  • Penggunaan dosis besar dan jangka panjang dapat memicu kerusakan hati.

Artikel Lainnya: Terserang Batuk, Kapan Perlu Minum Obat?

Kontraindikasi

Jangan memberikan obat ini pada pasien dengan kondisi berikut:

  • Hipersensitif terhadap salah satu atau beberapa kandungan dalam obat.
  • Anak usia di bawah 6 tahun, kecuali atas rekomendasi dokter.
  • Ibu hamil dan menyusui, kecuali atas rekomendasi dokter.
  • Gangguan jantung.
  • Disfungsi hati berat.
  • Diabetes melitus, disfungsi hati berat. 
  • Menjalani terapi dengan obat antidepresan tipe penghambat monoamine oxidase (MAO). 

Interaksi Obat

Calorex sebaiknya tidak digunakan secara bersamaan dengan obat-obatan berikut:

  • Alkohol, dapat meningkatkan risiko gangguan pada fungsi hati.
  • Obat-obatan lain yang menekan susunan saraf pusat.

Kategori Kehamilan

Tidak dianjurkan penggunaan Calorex pada wanita hamil, kecuali atas petunjuk dokter.

Perhatian Menyusui

Tidak dianjurkan penggunaan Calorex pada wanita menyusui, kecuali atas petunjuk dokter.

Artikel
    Penyakit Terkait