Sukses

Pengertian Calesco

Calesco adalah obat yang mengandung calcitriol dan dikemas dalam bentuk sediaan kapsul lunak. Calcitriol merupakan golongan vitamin D yang berfungsi untuk menjaga kekuatan tulang serta membantu mengontrol hormon paratiroid.

Obat Calesco digunakan untuk membantu menangani osteoporosis pascamenopause (kondisi kepadatan tulang yang menurun setelah berakhirnya siklus menstruasi secara alami).

Selain itu, obat ini dapat mengatasi hipokalsemia (kadar kalsium yang rendah di dalam plasma darah) dan osteodistrofi ginjal (pelemahan tulang yang disebabkan oleh kurang bekerjanya ginjal).

Keterangan Calesco

Sebelum penggunaan, perhatikan keterangan obat Calesco berikut ini:

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Obat yang Memengaruhi Metabolisme Tulang.
  • Kandungan: Calcitriol 0.25 mcg.
  • Bentuk: Kapsul Lunak.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 10 Kapsul Lunak.
  • Farmasi: Nova Chemie Utama/ Dipa Pharmalab Intersains.
  • Harga: Rp36.500 - Rp60.000/ Strip.

Artikel Lainnya: Makanan untuk Menjaga Tulang Kuat

Kegunaan Calesco

Calesco diindikasikan untuk membantu mengatasi osteoporosis pascamenopause, hipokalsemia, dan osteodistrofi ginjal.

Dosis dan Cara Penggunaan Calesco

Calesco merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter.

1. Osteoporosis pascamenopause

  • Dosis: diminum 2 kali sehari, 1 kapsul.

2. Hipokalsemia pada penderita osteodistrofi ginjal dan kerusakan ginjal kronis

  • Dosis: diminum 1 kali sehari 1 kapsul sebagai dosis awal. Bisa dinaikkan menjadi 1 kapsul diminum 2 kali sehari dalam jarak pemberian 2–4 minggu.

Cara Penyimpanan Calesco

Simpan di tempat sejuk dan kering pada suhu 20-25 derajat Celsius.

Efek Samping Calesco

Efek samping yang bisa muncul selama penggunaan Calesco, antara lain:

  • Hiperkalsiuria (peningkatan kadar kalsium dalam urine).
  • Mual muntah.
  • Sakit perut.
  • Sembelit.
  • Pankreatitis.
  • Gangguan makan.
  • Mulut kering.
  • Nyeri otot.
  • Sakit kepala.
  • Mengantuk.
  • Penurunan libido.
  • Gatal.

Artikel Lainnya: Kapan Suplemen Kalsium Perlu Dikonsumsi?

Overdosis

Penggunaan Calesco yang melebihi dosis dapat memicu terjadinya:

  • Hiperkalsemia (kadar kalsium dalam darah lebih tinggi dari normal).
  • Hiperkalsiuria (kadar kalsium dalam urin lebih tinggi dari normal).
  • Hiperfosfatemia (kadar fosfat dalam darah lebih tinggi dari normal).

Bila terjadi overdosis, tindakan penanganan yang akan dilakukan oleh tenaga medis, antara lain:

  • Induksi muntah.
  • Lavage lambung.
  • Pengeluaran obat melalui feses dengan parafin cair.
  • Dalam kasus peningkatan kadar kalsium serum persisten, dapat diberikan fosfat dan kortikosteroid dan menginduksi diuresis.

Kontraindikasi

Jangan menggunakan Calesco apabila mempunyai kondisi berikut:

  • Hiperkalsemia.
  • Kalsifikasi metastasis.
  • Toksisitas vitamin D.

Interaksi Obat

Interaksi obat yang dapat terjadi pada penggunaan Calesco adalah:

  • Meningkatkan risiko hiperkalsemia jika digunakan bersamaan dengan thiazide.
  • Mengurangi efek jika digunakan bersamaan dengan antikonvulsan yang menginduksi CYP450.
  • Mengurangi penyerapan usus jika digunakan bersamaan dengan sequestrant asam empedu.
  • Dapat menekan hormon paratirid berlebihan jika digunakan bersamaan dengan vitamin D yang berlebihan.
  • Dapat menyebabkan aritmia jantung jika digunakan bersamaan dengan digitalis.
  • Dapat memicu hipermagnesemia jika digunakan bersamaan dengan obat yang mengandung magnesium pada pasien dialisis.

Artikel Lainnya: Postur Tubuh yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Tulang Belakang

Kategori Kehamilan

Kategori C: Ada efek samping pada janin hewan. Akan tetapi, tidak ada penelitian yang memadai pada manusia.

Peringatan Menyusui

Calcitriol terserap ke dalam ASI dan tidak direkomendasikan untuk wanita menyusui.

Artikel
    Penyakit Terkait