Sukses

Pengertian Calcitriol

Calcitriol adalah bentuk aktif dari vitamin D buatan. Vitamin D didapat dari sinar matahari dan dari produk makanan seperti produk susu dan vitamin. Calcitrol dapat digunakan untuk membantu mengontrol hormon paratiroid dan kadar mineral, seperti kalsium dan fosfor yang digunakan untuk menjaga tulang dan gigi.

Keterangan Calcitriol

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat Lain yang Bekerja pada Sistem Muskuloskeletal
  • Kandungan: Calcitriol 0.25 mcg; Calcitriol 0.50 mcg
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Botol @ 30 Kapsul
  • Farmasi: Pratapa Nirmala, Phapros.

Merk dagang yang beredar di Indonesia:
Oscal, Ostriol, Calcit, Ostovel.

Kegunaan Calcitriol

Calcitrol dapat digunakan untuk membantu mengontrol hormon paratiroid dan kadar mineral, seperti kalsium dan fosfor.

Dosis & Cara Penggunaan Calcitriol

Calcitriol merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. 

  • Untuk osteoporosis pasca menopause: 2 kali sehari 0,25 mcg.
  • Untuk osteodistrofi ginjal: 0,25 mcg sehari.
  • Untuk hipoparatiroid pada bayi dan anak 1-5 tahun: 0,25-0,75 mcg sehari.
  • Untuk hipoparatiroid dan rakhitis: Awal, 0,25 mcg sehari pada pagi hari.

Calcitriol dapat diminum sesudah makan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada gastrointestinal (saluran cerna). Jika tidak sengaja lupa meminum Calcit Kapsul, disarankan untuk segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan mengganti dosis yang terlewat dengan menggandakan dosis pada jadwal berikutnya.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu antara 20-25°C. Lindungi dari cahaya.

Efek Samping Calcitriol

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Calcitriol antara lain:

  • Lemah
  • Pusing
  • Mengantuk
  • Mual dan Muntah
  • Mulut kering
  • Konstipasi (Sulit BAB)
  • Nyeri otot
  • Nyeri tulang
  • Gangguan daya pengecapan
  • Anoreksia (Gangguan makan)
  • Pankreatitis (Pembengkakan Prankeas)
  • Hiperkoleterolemia (Kadar kolesterol tinggi),

Kontraindikasi:

  • Hiperkalsemia (terlalu banyak kalsium dalam darah)
  • Metastasis (penyebaran kanker dari situs awal ke tempat lain di dalam tubuh, misalnya otak atau hati)
  • Toksisitas vitamin D.

Interaksi obat:
- Vitamin D dan derivatnya
- Diuretik tiazid
- Phenobarbital
- Phenitoin
- Kolestiramin
- Digitalis.

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Calcitriol ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis:

  • Pemberian Calcitriol yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti hiperkalsemia, hiperkalsiuria, hiperfosfatemia.
  • Jika terjadi overdosis, segera lakukan induksi muntah atau melakukan bilas lambung untuk menghindari penyerapan lebih lanjut. Dapat juga dilakukan induksi ekskresi feses dengan parafin cair. Dalam kasus peningkatan serum Ca persisten, dapat diberikan fosfat dan kortikosteroid dan dapat dilakukan induksi diuresis. Penanganan pasien overdosis hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait