Sukses

Pengertian Bupivacaine

Bupivacaine adalah obat yang berfungsi sebagai bius lokal, seperti pada saat operasi untuk masalah gigi atau saat operasi persalinan. Bupivacaine bekerja dengan cara memblok saraf implus dengan menghambat penghantaran sinyal pada saraf, sehingga menyebabkan penurunan respon tubuh terhadap rasa sakit. Bupivacaine tersedia dalam bentuk vial dan ampul, sehingga pada penggunaannya harus dilakukan oleh tenaga medis.

Keterangan Bupivacaine

  1. Bupivacaine Ampul
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Anaestesi
    • Kandungan: Bupivance 5 mg/mL
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Ampul
    • Kemasan: Box, 5 Ampul @ 4 mL; Box, 10 Ampul @ 4 mL
    • Farmasi: Phapros; Natura Laboratoria Prima; Dexa Medica; Etercon Pharma; Bernofarm
  2. Bupivacaine Vial
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Anaestesi
    • Kandungan: Bupivance 5 mg/mL
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Vial
    • Kemasan: Box, 2 Vial @ 10 mL
    • Farmasi: Pratapa Nirmala.

Merk dagang yang beredar di Indonesia:
Bunascan Spinal, Buvanest.

Kegunaan Bupivacaine

Bupivacaine digunakan untuk anestesi lokal pada masalah gigi atau saat operasi persalinan.

Dosis & Cara Penggunaan Bupivacaine

Bupivacaine merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Penggunaan Bupivacaine injeksi harus dilakukan oleh tenaga medis.

  • Nyeri akut (Dewasa)
    Anestesi lumbal pada proses persalinan: 30-50 mg, atau alternatif lain 10-15 mg per jam via infus.
    Anestesi caudal pada proses persalinan: 20-100 mg.
  • Nyeri pasca operasi
    Konsentrasi 0.1% : 4-14 mL per jam
    Konsentrasi 0.125% : 4-12 mL per jam via infus epidural
  • Anestesi Bedah
    Infiltrasi lokal : 150 mg
    Tulang belakang : 10-20 mg
    Saraf simpatik : 50 mg-125 mg

Cara Penyimpanan:

  • Cairan injeksi: Simpan pada suhu antara 20-25°C. Lindungi dari cahaya.
  • Liposomal suspensi: Simpan pada suhu antara 2-8°C.

Efek Samping Bupivacaine

Efek samping yang dirasakan setiap orang bisa saja berbeda-beda. Adapun efek samping yang mungkin anda rasakan selama menggunakan obat ini adalah:

  • Penurunan detak jantung
  • Gangguan saraf
  • Kelemahan otot
  • Kejang-kejang
  • Tubuh gemetaran
  • Reaksi alergi
  • Serangan jantung
  • Kelumpuhan tubuh bagian bawah
  • Darah tinggi
  • Sensasi seperti ditusuk jarum
  • Penglihatan berbayang
  • Luka pada jaringan saraf tepi
  • Mual dan muntah
  • Peradangan pada membran pelindung saraf
  • Pusing dan sakit kepala
  • Kekurangan tekanan darah

Kontraindikasi:

  • Pasien dengan penyakit Susunan saraf pusar aktif (misalnya meningitis, perdarahan intrakranial).
  • TB tulang belakang.
  • Tidak dimaksudkan untuk anestesi regional IV (blok Bier).
  • Peningkatan tekanan intrakranial sebelum anestesi.
  • Infeksi piogenik pada tempat injeksi.

Interaksi obat:

  • Meningkatkan risiko depresi miokardial dengan obat golongan atiaritmia
  • Meningkatkan hasil klirens dengan cimetidine dan ranitidine.
  • Meningkatkan risiko efek yang merugikan dengan obat golongan beta-bloker dan kanal Ca bloker.

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Bupivacaine ke dalam Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis:

  • Pemberian Bupivacaine yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti konvulsi, henti peredaran darah, henti jantung, kelumpuhan pernapasan, tekanan darah tinggi, bradikardia.
  • Jika terjadi overdosis, segera memelihara jalan napas, oksigen mungkin diperlukan. Jika perlu, dapat diberikan obat antikonvulsan. Penanganan pasien overdosis hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait