Sukses

Pengertian

Bricasma merupakan obat yang mengandung Terbutaline. Obat ini tersedia dalam bentuk Bricasma tablet, Bricasma sirup, dan Bricasma respules. Bricasma tablet dan respules mengandung terbutaline sulfat, sedangkan Bricasma sirup mengandung terbutalin sulfat 1.5 mg, eter gliserilguaikolat 66.5 mg. Bricasma dapat digunakan untuk mengobati bronkospasme (pengetatan otot-otot bronkus), seperti: asma, emfisema (kantung udara di paru-paru secara bertahap hancur, membuat napas lebih pendek). Bricasma bekerja dengan cara melebarkan saluran udara yang menyempit akibat gejala-gejala tersebut. Dengan melebarnya saluran udara, maka otomatis udara bisa lebih lancar masuk ke paru-paru.

Keterangan Bricasma

  1. Bricasma Respules
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antiasmatik dan Obat CPOD
    • Kandungan: Terbutaline 5 mg/ 2 ml
    • Bentuk: Cairan
    • Satuan Penjualan: Respules
    • Kemasan: Respules @ 2 ml
    • Farmasi: AstraZeneca
  2. Bricasma Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antiasmatik dan Obat CPOD
    • Kandungan: Terbutaline 2.5 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: AstraZeneca
  3. Bricasma Sirup
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antiasmatik dan Obat CPOD
    • Kandungan: Terbutalin sulfat 1.5 mg, eter gliserilguaikolat 66.5 mg
    • Bentuk: Sirup
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol @ 100 ml
    • Farmasi: AstraZeneca

Kegunaan Bricasma

Bricasma di gunakan untuk mengatasi asma dan emfisema.

Dosis & Cara Penggunaan Bricasma

Obat ini termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  1. Bricasma Tablet
    • Di minum 2-3 kali sehari 1-2 tablet
  2. Bricasma Sirup
    • Di minum 2-3 kali sehari 2-3 sendok teh
  3. Bricasma Respules
    • Di gunakan dengan cara di hirup
      Dewasa dan Anak usia > 12 tahun: 0,25-0,5 mg sesuai kebutuhan atau bila digunakan sebagai terapi perawatan reguler, di berikan setiap 6 jam.
      Kasus yang parah: Dosis tunggal dapat ditingkatkan menjadi 1,5 mg. Maksimal: 2 mg dalam 24 jam.
    • Anak usia 7-12 tahun: 0,25-0,5 mg sesuai kebutuhan atau, bila digunakan sebagai terapi perawatan rutin, di berikan setiap 6 jam.
      Kasus yang parah: Dosis tunggal dapat ditingkatkan menjadi 1 mg. Maksimal: 2 mg dalam 24 jam. Masing-masing dosis.
      Anak dengan berat badan > 25 kg: di berikan dosis 5 mg untuk dihirup hingga 2-4 kali dalam periode 24 jam.

Efek Samping Bricasma

- Tremor (gemetar)
- Sakit kepala
- Takikardia (detak jantung melebihi 100 kali per menit)
- Jantung berdebar
- Kram otot tonik
- Hipokalemia (kadar kalium dalam darah rendah)

Kontra Indikasi
Tidak boleh di berikan pada pasien yang hipersensitif.

Interaksi Obat
- Menghambat efek bronkodilatasi oleh agen penghambat reseptor β.
- Meningkatkan risiko aritmia jantung jika di berikan bersamaan dengan anestesi terhalogenasi dan bahan penipis K lainnya misalnya, diuretik, metil xantin, kortikosteroid.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Bricasma ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

 

Artikel
    Penyakit Terkait