Sukses

Pengertian Bortezomib

Bortezomib adalah obat kanker yang digunakan untuk mengobati Multiple myeloma (kanker yang menyerang sel plasma di sumsum tulang). Bortezomib bekerja dengan cara menghambat aktivitas proteasome, sehingga sel kanker tidak mendapatkan asupan protein dan kemudian mati. Proteasome adalah enzim yang terdapat di dalam sel kanker dan berperan sebagai pengatur fungsi dan pertumbuhan sel.

Keterangan Bortezomib

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Terapi Kanker
  • Kandungan: Bortezomib 3,5 mg
  • Bentuk: Serbuk Injeksi
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Box, Vial @ 3,5 mg
  • Farmasi: Ferron Par Pharmaceuticals

Merk dagang yang beredar di Indonesia
Bortecade, Bormib, Teoxib, Bortero, Fonkozomibe, Velcade.

Kegunaan Bortezomib

Bortezomib digunakan untuk mengobati multiple myeloma dan limfoma sel mantel.

Dosis & Cara Penggunaan Bortezomib

Bortezomib merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Bortezomib juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Dewasa: diberikan dosis 1,3 mg / m2, melalui injeksi intravena (pembuluh darah).

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping Bortezomib

Efek samping penggunaan Bortezomib yang mungkin terjadi adalah:

  • Gangguan gastrointestinal
  • Anoreksia (gangguan nafsu makan)
  • Dehidrasi
  • Neuropati perifer; trombositopenia, neutropenia, anemia
  • Hipotensi
  • Gangguan jantung
  • Nyeri tulang dan tubuh
  • Batuk
  • Ruam
  • Edema
  • Reaksi hipersensitivitas
  • Buang air kecil yang menyakitkan atau sulit
  • Berpotensi fatal: Radang paru-paru, pireksia, diare, muntah, dehidrasi, dan mual

Kontraindikasi
Hindari pemberian pada pasien yang hipersensitif, wanita hamil dan menyusui.

Interaksi Obat

  • Penggunaan bersamaan amiodarone, antivirus, isoniazid, nitrofurantoin, statin dapat meningkatkan kemungkinan neuropati perifer.
  • Penggunaan antihipertensi secara bersamaan meningkatkan kemungkinan hipotensi.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Bortezomib ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Overdosis

  • Pemberian Bortezomib yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti hipotensi (tekanan darah rendah) dan trombositopenia (jumlah trombosit didalam darah rendah).
  • Jika terjadi overdosis, segera pantau tanda-tanda vital dan berikan perawatan suportif yang sesuai. Penanganan pasien overdosis harus dibantu oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait