Sukses

Pengertian Bonviva

Bonviva adalah obat yang mengandung Ibandronic Acid. Bonviva berfungsi untuk membantu terapi osteoporosis dan mengurangi risiko fraktur vertebrata (masalah pada jaringan tulang punggung) pada wanita pasca menopause. Bonviva bekerja dengan cara mencegah kerusakan tulang dan meningkatkan kepadatan atau ketebalan tulang.

Keterangan Bonviva

  1. Bonviva Injeksi
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Kemoterapi Hormonal
    • Kandungan: Ibandronic acid 1 mg / mL
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Prefilled Syringe
    • Kemasan: Prefilled Syringe @ 3 mL
    • Farmasi: F Hoffmann La Roche/ Nufarindo
  2. Bonviva Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Kemoterapi Hormonal
    • Kandungan: Ibandronic acid 150 mg
    • Bentuk: Tablet Salut Selaput
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 1 Tablet
    • Farmasi: F Hoffmann La Roche/ Boehringer Ingelheim Indonesia

Kegunaan Bonviva

Bonviva digunakan untuk terapi pengobatan osteoporosis dan mengurangi risiko fraktur vertebrata (masalah pada jaringan tulang punggung) pada wanita pasca menopause, serta mencegah gangguan pada tulang rangka pada pasien kanker payudara dan metastasis tulang.

Dosis & Cara Penggunaan Bonviva

Bonviva termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.

  1. Bonviva Cairan Injeksi
    • Hiperkalsemia ganas: diberikan dosis 2-4 mg sebagai infus tunggal. Maksimal dosis: 6 mg.
    • Osteoporosis pascamenopause: diberikan dosis 3 mg melalui injeksi intravena (pembuluh darah) 1 kali tiap 3 bulan.
    • Mencegah gangguan pada tulang rangka pada pasien kanker payudara dan metastasis tulang: dosis 6 mg diberikan melalui infus tiap 3-4 minggu.
  2. Bonviva Tablet
    • Mencegah gangguan pada tulang rangka pada pasien kanker payudara dan metastasis tulang: 1 tablet perhari.
    • Pengobatan dan pencegahan osteoporosis pascamenopause: 3 tablet, diberikan 1 kali sebulan pada tanggal yang sama tiap bulannya.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 15-30 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Bonviva

Efek samping penggunaan Bonviva yang mungkin terjadi adalah:

  • Demam, menggigil, kelelahan
  • Nyeri otot, nyeri sendi, nyeri tulang
  • Patah tulang atipikal
  • Hipokalsemia (kadar kalsium kurang dari normal)
  • Mual, kehilangan nafsu makan
  • Radang mata
  • Gagal ginjal akut

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Pasien yang emiliki riwayat hipersensitif terhadap kandungan dari Bonviva 
  • Penderita yang tidak mampu untuk berdiri atau duduk tegak selama minimal 60 menit (untuk sediaan tablet)
  • Penderita hipokalsemia
  • Penderita kelainan esofagus yang dapat menunda pengosongan

Interaksi Obat

  • Meningkatkan kejadian gangguan saluran pencernaan jika diberikan bersamaan dengan aspirin atau dengan golongan obat NSAID.
  • Menurunkan penyerapan obat bila diberikan bersamaan dengan antasida, suplemen yang mengandung kalsium, dan obat oral yang mengandung kation multivalen lainnya.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Bonviva ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Gejala: untuk sediaan injeksi: hipokalsemia (kadar kalsium kurang dari normal), hipofosfatemia (kadar fosfat kurang dari normal) dan hipomagnesemia (kadar magnesium kurang dari normal).
  • Gejala: untuk sediaan tablet: Efek saluran pencernaan bagian atas (misalnya sakit perut, esofagitis, perut kembung, radang lambung, maag).
  • Penatalaksanaan untuk sediaan injeksi: diberikan Ca glukonat, K atau Na fosfat, dan Mg sulfat melalui injeksi intravena (melalui pembuluh darah) bila sesuai.
  • Penatalaksanaan untuk sediaan tablet: dapat diberikan susu atau antasid untuk mengikat obat. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait