Sukses

Pengertian Bonevell

Bonevell adalah produk obat dengan bentuk sediaan injeksi yang diproduksi oleh Novell Pharmaceutcal Lab. Bonevell memilik kandungan zat aktif Ibandronate Acid yang bekerja dengan cara menghambat aktivitas osteoklas tanpa memengaruhi pembentukan tulang secara langsung. Selain itu, Bonevell menghasilkan peningkatan massa tulang. Bonevell digunakan untuk terapi perawatan / agen yang mempengaruhi metabolisme tulang.

Keterangan Bonevell

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat Metabolisme Tulang
  • Kandungan: Ibandronate Acid 1 mg/mL
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Box, 1 Vial @ 6 mL
  • Farmasi: Novell Pharmaceutical Lab

Kegunaan Bonevell

Bonevell digunakan untuk membantu mengobati keganasan hiperkalsemia (kelebihan kadar kalsium dalam darah), osteoporosis pascamenopause, dan pencegahan penyakit tulang pada pasien dengan kanker payudara dan metastasis tulang.

Dosis & Cara Penggunaan Bonevell

Bonevell merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Bonevell juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Hiperkalsemia
    Dewasa: 2-4 mg sebagai infus tunggal lebih dari 2 jam. Maksimal: 6 mg.
  2. Osteoporosis pascamenopause
    Dewasa: 3 mg dengan injeksi lebih dari 15-30 detik sekali setiap 3 bulan. Dosis yang terlewat: Berikan obat sesegera mungkin; kemudian jadwalkan ulang injeksi 3 bulan berikutnya dari injeksi, tidak boleh diberikan lebih sering dari sekali setiap 3 bulan.
  3. Profilaksis tulang pada pasien dengan kanker payudara dan metastasis tulang
    Dewasa: 6 mg melalui infus selama minimal 15 menit 3-4 minggu.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 15-30 ° C.

Efek Samping Bonevell

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Bonevell, antara lain:

  • Gejala mirip flu (misalnya Mialgia, artralgia, demam, menggigil, kelelahan, mual, kehilangan nafsu makan, nyeri tulang).
  • Peradangan mata.
  • Gagal ginjal akut.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Bonevell pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Hipokalsemia.
  • Kelainan esofagus yang dapat menunda pengosongan (misalnya striktur atau akalasia).

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat: yang umumnya terjadi saat penggunaan Bonevell:

  • Mengurangi penyerapan dengan suplemen Ca, antasida dan obat oral yang mengandung kation multivalen lainnya.
  • Peningkatan kejadian iritasi Gastrointestinal pada pemberian aspirin atau Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS).

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Bonevell ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Pemberian Bonevell yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti hipokalsemia, hipofosfatemia, dan hipomagnesemia jika diberikan melalui injeksi intravena. Efek perdarahan pada saluran pencernaan bagian atas (misalnya: Gangguan lambung, esofagitis, dispepsia, gastritis, maag) jika diberikan melalui oral.
  • Jika terjadi overdosis, segera berikan Ca glukonat, K atau Na fosfat, dan Mg sulfat melalui injeksi intravena. Penanganan pasien overdosis hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait