Sukses

Pengertian Bonatra

Bonatra adalah produk obat dengan bentuk sediaan kapsul yang diproduksi oleh Aditama Raya Farmindo. Bonatra memiliki kandungan zat aktif Tetracycline HCl yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Bonatra termasuk dalam golongan obat Antibiotik Tetracycline, bekerja dengan cara mencegah pengikatan RNA transfer aminoasil dan menghambat sintesis protein, sehingga menghambat pertumbuhan sel bakteri.

Keterangan Bonatra

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Tetracyline
  • Kandungan: Tetracyline HCl 500 mg
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 10 Strip @10 Kapsul
  • Farmasi: Aditama Raya Farmindo

Kegunaan Bonatra

Bonatra digunakan untuk mengobati infeksi yang rentan, jerawat, sipilis atau raja singa, dan epididimo-orkitis (peradangan pada testis).

Dosis & Cara Penggunaan Bonatra

Bonatra merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Bonatra juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Infeksi yang rentan
    • Dewasa: 250-500 mg diberikan setiap 6 jam. Dosis dan lama perawatan bervariasi tergantung pada jenis infeksi.
    • Anak usia ≥8 tahun: 25-50 mg / kg setiap hari, diberikan dalam dosis terbagi setiap 6 jam.
  2. Jerawat vulgaris, Rosacea
    • Dewasa: 250-500 mg diberikan setiap hari sebagai dosis tunggal atau dalam dosis terbagi selama minimal 3 bulan.
  3. Sipilis
    • Dewasa: 500 mg diberikan 4 kali sehari. Durasi pengobatan: 15 hari untuk sifilis dini (durasi <1 tahun) atau 30 hari untuk sifilis> 1 tahun (kecuali neurosifilis).
  4. Epididimo-orkitis
    • Dewasa: 500 mg diberikan 4 kali sehari selama 10 hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada antara 20-25 ° C. Lindungi dari cahaya.

Efek Samping Bonatra

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Bonatra, antara lain:

  • Fotosensitifitas (sensitif terhadap cahaya).
  • Hipertensi intrakranial, peningkatan BUN.
  • Enamel hipoplasia atau perubahan warna gigi permanen pada anak-anak.
  • Hiperpigmentasi (kelebihan warna) jaringan pada anak-anak <8 tahun.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Bonatra pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Hipersensitif terhadap tetrasiklin.
  • Anak-anak <8 tahun.
  • Gangguan ginjal berat.
  • Kehamilan dan menyusui.
  • Penggunaan bersamaan metoksifluran, retinoid atau vitamin A.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat: yang umumnya terjadi saat penggunaan Bonatra:

  • Penyerapan dapat terganggu oleh kation divalen dan trivalen (misalnya Al, Ca, Mg, Fe, Zn), Na bikarbonat, subsalisilat bismut, kaolin-pektin, sucralfate, colestipol, dan colestyramine.
  • Dapat membentuk kompleks dengan strontium ranelate, menghasilkan penurunan penyerapan tetrasiklin.
  • Dapat mengganggu aksi bakterisida penisilin.
  • Dapat memperpanjang efek antikoagulan.
  • Dapat mengurangi konsentrasi atovaquone plasma.
  • Dapat mengurangi kemanjuran kontrasepsi oral.
  • Efek nefrotoksik dapat diperburuk oleh diuretik atau obat nefrotoksik lainnya.
  • Dapat meningkatkan efek hipoglikemik insulin dan sulfonilurea pada pasien dengan diabetes mellitus.
  • Dapat meningkatkan efek toksik alkaloid dan metotreksat ergot.
  • Dapat meningkatkan kadar litium dan digoksin.
  • Dapat mengurangi efek terapeutik BCG, vaksin BCG, vaksin tifoid.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Bonatra ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Overdosis

  • Pemberian Bonatra yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti mual, muntah, hipersensitif. Kristaluria dan hematuria dapat terjadi setelah dosis yang sangat besar.
  • Jika terjadi overdosis, segera lakukan terapi simtomatik dan suportif (dibantu oleh tenaga medis profesional). Cairan oral dapat diberikan jika muntah dan diare parah.
Artikel
    Penyakit Terkait