Sukses

Pengertian Blorec

Blorec adalah obat yang mengandung Carvedilol. Obat ini digunakan untuk membantu mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi) dan gagal jantung. Blorec juga digunakan untuk terapi pengobatan pasca serangan jantung. Blorec bekerja dengan menghalangi aksi zat alami tertentu dalam tubuh seperti epinefrin, sehingga menurunkan tingkat denyut jantung, tekanan darah dan ketegangan pada jantung.

Keterangan Blorec

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Beta Blockers
  • Kandungan: Carvedilol 25 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Tablet Salut Selaput
  • Farmasi: Pratapa Nirmala.

Kegunaan Blorec

Blorec digunakan untuk membantu mengobati hipertensi dan gagal jantung.

Dosis & Cara Penggunaan Blorec

Blorec termasuk dalam golongan obat keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan anjuran dan resep dokter.

  • Dosis pemberian: 1 tablet, diminum 1 kali sehari.
  • Dewasa: Dosis awal: dosis 12.5 mg, diminum 1 kali sehari selama 2 hari pertama. Setelah itu, diberikan dosis 25 mg 1 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan dengan jarak pemberian minimal 2 minggu sampai dengan dosis harian maksimal yang dianjurkan, yaitu 50 mg 1 x / hr diminum 1 kali sehari atau dalam 2 dosis terbagi.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Blorec

Efek samping penggunaan Blorec yang mungkin terjadi adalah:

  • Pusing, sakit kepala ringan
  • Mengantuk
  • Mulut kering
  • Diare
  • Impotensi (disfungsi ereksi)
  • Kelelahan
  • Bradikardi (denyut jantung yang lambat)

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Blorec pada pasien dengan kondisi:

  • Diketahui hipersensitif
  • Penderita gagal hati kronik yang berat
  • Penderita kerusakan hati

Interaksi Obat

  • Rifampisin dapat mengurangi kadar maksimal Blorec didalam darah.
  • Simetidin dan jeruk bali dapata meningkatkan jumlah obat obat masuk kedalam darah.
  • Tidak boleh diberikan bersamaan dengan quinidine, fluoxetine, paroxetine dan propafenone. K
  • onsentrasi plasma digoksin meningkat bila diberikan secara bersamaan dengan Blorec.
  • Clonidine dapat mempotensiasi tekanan darah dan efek penurunan detak jantung.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Blorec ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Gejala: Hipotensi (tekanan darah rendah), bradikardia (denyut jantung lambat), gagal jantung, syok kardiogenik, henti jantung, bronkospasme (pengencangan otot disaluran pernapasan), muntah, gangguan kesadaran dan kejang umum.
  • Penatalaksanaan: Memulai pengobatan suportif. Pantau tanda-tanda vital. Berikan atropin melalui injeksi intravena (melalui pembuluh darah) untuk mengatasi bradikardia yang berlebihan. Dalam kasus bradikardia yang resistan terhadap obat, mulai terapi dengan alat pacu jantung. Untuk mendukung fungsi ventrikel, berikan glukagon melalui injeksi intravena (melalui pembuluh darah) atau simpatomimetik (misalnya dobutamin, isoprenalin). Untuk vasodilatasi perifer, berikan norepinefrin dengan pemantauan sirkulasi darah secara terus menerus. Untuk bronkospasme, berikan β-simpatomimetik (aerosol atau melalui injeksi intravena (melalui pembuluh darah) ) atau aminofilin melalui  melalui injeksi intravena (melalui pembuluh darah) lambat atau infus. Injeksi intravena (melalui pembuluh darah) lambat diazepam atau klonazepam dapat diberikan untuk kejang. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait