Sukses

Pengertian Blopress Plus

Blopress Plus adalah obat yang mengandung 2 komposisi zat aktif, yaitu Candesartan dan Hydrochlorothiazide. Blopress Plus digunakan untuk membantu mengontrol tekanan darah apabila pengobatan dengan Candesartan atau Hydrochlorothiazide saja sebagai terapi tunggal tidak memiliki efek yang cukup kuat. Candesartan yang terkandung dalam Blopress Plus bekerja dengan merelaksasi pembuluh darah sehingga darah dapat mengalir lebih mudah, sedangkan Hydrochlorothiazide bekerja dengan meningkatkan jumlah urin, dan membantu untuk mengendurkan pembuluh darah sehingga darah dapat mengalir lebih mudah. Blopress Plus merupakan golongan obat keras, sehingga perlu dikonsultasikan terlebih dahulu pada Dokter sebelum digunakan.

Keterangan Blopress Plus

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antagonis Angiotensin II / Diuretik
  • Kandungan: Candesartan 16 mg dan Hydrochlorothiazide 12.5 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 2 Strip @ 7 Tablet
  • Farmasi: PT. Takeda Indonesia.

Kegunaan Blopress Plus

Blopress Plus digunakan untuk mengontrol tekanan darah.

Dosis & Cara Penggunaan Blopress Plus

Blopress Plus termasuk dalam golongan obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan anjuran dan resep Dokter.

Dosis umum: 1 tablet diminum 1 kali sehari. Dapat diminum sebelum atau sesudah makan.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Blopress Plus

Efek samping penggunaan Blopress Plus yang mungkin terjadi adalah:

  • Infeksi saluran pernapasan atas
  • Sakit punggung
  • Gejala mirip flu
  • Pusing, sakit kepala
  • Nyeri otot, nyeri sendi
  • Gatal
  • Telinga berdenging
  • Gangguan fungsi ginjal

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Blopress Plus pada pasien dengan kondisi:

  • Diketahui hipersensitif
  • Penderita gangguan ginjal berat (CrCl
  • Penderita gangguan hati berat atau kolestasis (aliran empedu terhambat)
  • Penderita hipokalemia refrakter (kadar kalium dalam darah lebih rendah dari normal)
  • Penderita hiperkalsemia (kadar kalsium dalam darah lebih tinggi dari normal)
  • Penderita asam urat
  • Wanita hamil dan menyusui.

Interaksi Obat
Tidak boleh di berikan bersamaan dengan alkohol, barbiturat, narkotika, obat antidiabetik, antihipertensi lainnya, resin cholestyramine dan colestipol, kortikosteroid, amina pressor, relaksan otot rangka non-depolarisasi, lithium, obat anti inflamasi non steroid.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Blopress Plus ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Overdosis

  • Gejala: Berdasarkan pertimbangan farmakologis, gejala utama dari overdosis candesartan cilexetil kemungkinan adalah gejala hipotensi (tekanan darah rendah) dan pusing. 
    Gejala utama dari overdosis hidroklorotiazid adalah kehilangan cairan dan elektrolit secara akut. Gejala seperti pusing, hipotensi (tekanan darah rendah), haus, takikardia (denyut jantung cepat), aritmia ventrikel (gangguan irama jantung), sedasi / penurunan kesadaran, dan kram otot juga dapat diamati.
  • Penatalaksanaan: Tidak ada informasi khusus yang tersedia tentang pengobatan overdosis dengan Blopress Plus. Namun, langkah-langkah berikut disarankan jika terjadi overdosis.
    Jika muncul gejala, segera lakukan induksi muntah atau lavage lambung harus dipertimbangkan. Jika gejala hipotensi terjadi, pengobatan gejala harus dimulai dan tanda-tanda vital dipantau. Pasien harus diletakkan terlentang dengan kaki ditinggikan. Jika tidak cukup, volume plasma harus ditingkatkan dengan infus larutan garam isotonik. Keseimbangan elektrolit dan asam serum harus diperiksa dan dikoreksi, jika diperlukan. Obat simpatomimetik dapat diberikan jika tindakan yang disebutkan sebelumnya tidak cukup.
    Candesartan tidak dapat dihilangkan dengan hemodialisis. Tidak diketahui sejauh mana hidroklorotiazid dihilangkan dengan hemodialisis. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait