Sukses

Pengertian Blesifen

Blesifen adalah sediaan obat yang diproduksi oleh Sanbe Farma. Blesifen mengandung zat aktif Clomifene Citrate. Blesifen digunakan untuk mengobati infertilitas (ketidaksuburan) akibat tidak terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur yang telah matang dari ovarium). Blesifen bekerja dengan cara merangsang ovulasi, dengan memicu produksi hormon gonadotropin di kelenjar hipofisis (pituitary) di otak.

Keterangan Blesifen

  • Golongan: Obat Keras
  • Kategori: Anxiolytics
  • Kandungan: Clomifene Citrate 50 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Sanbe Farma.

Kegunaan Blesifen

Blesifen diindikasikan sebagai pengobatan infertilitas (ketidaksuburan) pada wanita akibat disfungsi ovulasi.

Dosis & Cara Penggunaan Blesifen

Blesifen merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Blesifen juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Dewasa: 1 tablet, diminum 1 kali sehari, selama 5 hari.
  • Obat dapat mulai dikonsumsi pada hari ke-5 menstruasi atau pada keadaan tidak ada perdarahan dari vagina.
  • Dosis dapat ditingkatkan hingga 2 tablet, diminum sekali sehari, setelah 1 bulan konsumsi obat.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25 ° C. Lindungi dari cahaya, panas, dan kelembaban yang berlebihan.
Gunakan peralatan pelindung diri yang sesuai (misalnya: Sarung tangan) untuk mengambil, menangani, menggunakan dan membuang.

Efek Samping Blesifen

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Blesifen, antara lain:

  • Flushing (kemeranan dan sensasi hangat di wajah dan leher)
  • Mual dan muntah
  • Nyeri payudara
  • Penglihatan kabur
  • Tinnitus (berdenging)

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Blesifen pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Pendarahan uterus, kista, tumor hipofisis.
  • Disfungsi tiroid.
  • Gangguan hati.
  • Kehamilan.

Interaksi Obat
Jika diberikan bersamaan dengan ospemifene dapat meningkatkan efek toksik (keracunan).

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Blesifen ke dalam Kategori X:
Studi pada hewan atau manusia telah menunjukkan kelainan pada janin atau ada bukti risiko pada janin berdasarkan pengalaman manusia. Risiko penggunaan obat ini pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang diharapkan. Obat ini dikontraindikasikan pada wanita hamil dan wanita usia subur yang memiliki kemungkinan hamil.

Overdosis

  • Penggunaan Blesifen yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti mual, muntah, penglihatan kabur, skotomata, pembesaran ovarium disertai nyeri panggul atau perut.
  • Jika terjadi overdosis, segera lakukan terapi suportif (dibantu oleh tenaga medis profesional). Lakukan dekontaminasi saluran pencernaan.
Artikel
    Penyakit Terkait