Sukses

Pengertian Bifotik

Bifotik adalah obat antibiotik yang mengandung Cefoperazone Na. Bifotik digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernapasan, peritonitis (peradangan pada lapisan tipis dinding dalam perut) dan infeksi intra-abdominal (perut bagian dalam) lainnya, septikemia (keracunan darah akibat bakteri dalam jumlah besar masuk ke dalam aliran darah), infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi saluran kemih, endometritis (radang selaput lendir rahim). Bifotik bekerja mencegah pertumbuhan bakteri dengan cara menghambat pembentukan dinding sel bakteri.

Keterangan Bifotik

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik Cephalosporin
  • Kandungan: Cefoperazone Na 1 g/Vial
  • Bentuk: Serbuk Injeksi
  • Satuan penjualan: Vial
  • Kemasan: Box, Vial @ 1 g + 1 Ampul Pelarut @ 5 ml
  • Farmasi: Sanbe Farma

Kegunaan Bifotik

Bifotik digunakan untuk mengobati infeksi bakteri, seperti infeksi saluran pernapasan, peritonitis, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi saluran kemih, endometritis.

Dosis & Cara Penggunaan Bifotik

Bifotik merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Bifotik juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Dewasa: diberikan dosis 2-4 g secara intramuskular (disuntikkan melalui otot)/ intravena (pembuluh darah) setiap hari dengan jarak waktu setiap pemberiannya adalah 12 jam.
  • Infeksi berat: diberikan dosis 6-12 g setiap hari dalam 2-4 dosis terbagi.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25°C.

Efek Samping Bifotik

Efek samping penggunaan Bifotik yang mungkin terjadi adalah:

  • Reaksi kulit
  • Demam
  • Peningkatan fungsi enzim hati
  • Diare
  • Mual dan muntah
  • Nyeri di tempat injeksi

Kontraindikasi
Tidak boleh diberikan pada pasien yang hipersensitif terhadap cephalosporin.

Interaksi obat
Tidak boleh diberikan bersamaan dengan zat yang berpotensi nefrotoksik, aminoglikosida.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Bifotik ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait