Sukses

Pengertian Bicrolid

Bicrolid adalah obat yang mengandung antibiotik golongan makrolida yaitu Clarithromycin. Bicrolid digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri. Bicrolid juga dapat dikombinasikan dengan obat saluran pencernaan untuk mengobati beberapa jenis sakit maag. Bicrolid bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri. Penggunaan Bicrolid pada ibu hamil dan menyusui sebaiknya dihindari.

Keterangan Bicrolid

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Clarithromycin 250 mg; Clarithromycin 500 mg
  • Bentuk: Kaplet Salut Selaput
  • Satuan penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Kaplet
  • Farmasi: Sanbe Farma.

Kegunaan Bicrolid

Bicrolid digunakan untuk membantu mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri, seperti infeksi saluran pernapasan; infeksi kulit dan jaringan lunak; infeksi bakteri yang rentan, infeksi bakteri H. pylori.

Dosis & Cara Penggunaan Bicrolid

Bicrolid termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.

  1. Infeksi bakteri yang rentan, Infeksi saluran pernafasan, Infeksi kulit dan jaringan lunak
    • Dewasa: dosis 250 mg, diminum 2 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 500 mg, diminum 2 kali sehari untuk infeksi berat, jika perlu. Durasi pengobatan selama 7-14 hari.
    • Anak: dosis 7,5 mg / kg berat badan, diminum 2 kali sehari. Durasi pengobatan selama 5-10 hari.
  2. Pemberantasan bakteri H. pylori yang berhubungan dengan penyakit tukak lambung
    • Dewasa: dosis 500 mg, diminum 2 kali sehari, dalam kombinasi dengan golongan obat antibakteri lain dan antagonis reseptor H2 atau PPI. Durasi pengobatan selama 7-14 hari.
    • Anak usia ≥1 tahun: 7.5 mg / kg berat badan, diminum 2 kali sehari. Dapat dikombinasikan dengan golongan obat antibakteri lain dan PPI. Durasi pengobatan selama 7 hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 15-25 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Bicrolid

Efek samping penggunaan Bicrolid yang mungkin terjadi adalah:

  • Gangguan saluran cerna
  • Sakit kepala
  • Alergi
  • Hipoglikemia (kadar gula darah kurang dari normal)
  • Gangguan fungi hati

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Pasien hipersensitif terhadap salah satu komponen Bicrolid atau antibiotik macrolide lainya
  • Pasien dengan penyakit jantung, hipomagnesemia (kadar magnesium yang rendah), gangguan fungsi hati, gangguan fungsi ginjal, dan myasthenia gravis.

Interaksi Obat
Berikut adalah ini adalah beberapa interaksi obat yang umumnya terjadi pada Bicrolid:

  • Ergotamine dapat menyebabkan keracunan ergot yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah.
  • Cisapride dan terfenadine dapat mengakibatkan aritmia jenis pemanjangan interval QT.
  • Colchicine dapat meningkatkan kadar colchicine dalam darah.
  • Obat-obatan diabetes, seperti insulin dan pioglitazone dapat meningkatkan risiko terjadinya kadar gula yang rendah di dalam darah (hipoglikemia).
  • Antikoagulan dapat berisiko menyebabkan perdarahan.
  • Aminoglikosida dapat meningkatkan efek kerusakan telinga.
  • Efavirenz dan rifampicin dapat menurunkan kadar clarithromycin dalam darah.
  • Midazolam dapat meningkatkan efek midazolam.
  • Digoxin dapat meningkatkan risiko keracunan digoxin.
  • Carbamazepine dan phenytoin dapat mengurangi efektivitas kedua obat ini.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Bicrolid ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Gejala: Sakit perut, muntah, mual, dan diare.
  • Penatalaksanaan: Pengeluaran segera obat yang tidak terserap oleh tubuh dan lakukan tindakan suportif. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait