Sukses

Pengertian Bernoflox

Bernoflox adalah obat yang mengandung zat aktif ciprofloxacin dan termasuk ke dalam golongan antibiotik. Obat ini bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri. 

Oleh karena itu, bernoflox dapat digunakan untuk mengatasi infeksi yang dipicu oleh bakteri, misalnya infeksi saluran kemih, pneumonia, diare akibat infeksi bakteri, dan lainnya. 

Artikel Lainnya: Wanita Lebih Rentan Terkena Infeksi Saluran Kemih, Kenapa?

Keterangan Bernoflox

Bernoflox tersedia dalam bentuk tablet, kaplet, dan infus. Adapun masing-masing keterangan obatnya adalah sebagai berikut:

  1. Bernoflox Tablet

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antibiotik.
  • Kandungan: Ciprofloxacin 500 mg.
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Box, 2 Strip @ 10 Tablet.
  • Farmasi: Bernofarm.
  • Harga: Rp. 52.000 - Rp. 84.000/ Strip.
  1. Bernoflox Kaplet

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antibiotik.
  • Kandungan: Ciprofloxacin 500 mg.
  • Bentuk: Kaplet Salut Selaput.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Box, 5 Strip @ 4 Kaplet.
  • Farmasi: Bernofarm.
  • Harga: Rp. 25.000 - Rp 66.000/ Strip.
  1. Bernoflox Infus

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antibiotik.
  • Kandungan: Ciprofloxacin 200 mg/100 mL.
  • Bentuk: Cairan Infus.
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: Box, Botol @ 100 mL.
  • Farmasi: Bernofarm.
  • Harga: -

Kegunaan Bernoflox

Bernoflox digunakan untuk mengatasi infeksi yang dipicu oleh bakteri, seperti infeksi saluran kemih, diare akibat infeksi bakteri, pneumonia, dan lainnya. 

Artikel Lainnya: Mengenal Tanda dan Gejala Infeksi Prostat pada Pria

Dosis & Cara Penggunaan Bernoflox

Bernoflox termasuk obat keras. Maka dari itu, obat ini hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.

Dosis penggunaan bernoflox berdasarkan bentuknya adalah sebagai berikut:

  1. Bernoflox Kaplet dan Tablet

  • Infeksi saluran kemih ringan-sedang: diberikan dosis 250 mg.
  • Infeksi saluran kemih berat: diberikan dosis 500 mg.
  • Infeksi saluran napas, kulit, tulang, dan sendi ringan-sedang: diberikan dosis 500 mg.
  • Infeksi saluran napas, kulit, tulang, dan sendi berat: diberikan dosis 750 mg.
  • Infeksi saluran cerna: diberikan dosis 500 mg.
  • Osteomielitis akut: diberikan dosis 750 mg.
  1. Bernoflox Injeksi (diberikan melalui infus selama 60 menit)

  • Pengobatan dan pencegahan pasca paparan antraks inhalasi: dosis 400 mg, diberikan 2 kali sehari selama 60 hari sejak konfirmasi paparan Bacillus anthracis.
  • Infeksi tulang dan sendi: dosis 400 mg, diberikan 2 kali sehari. Durasi pengobatan maksimal adalah 3 bulan.
  • Infeksi saluran pernapasan bagian bawah dan atas, infeksi kulit serta jaringan lunak: dosis 400 mg diberikan 2 kali sehari selama 7-14 hari.
  • Otitis eksterna maligna: dosis 400 mg diberikan 3 kali sehari selama 28 hari sampai 3 bulan.
  • Prostatitis akut: dosis 400 mg diberikan 2 kali sehari selama 2-4 minggu.
  • Infeksi saluran kemih; pielonefritis: dosis 400 mg akan berlangsung selama 7-21 hari atau lebih jika diperlukan.
  • Epididymo-orchitis; penyakit radang panggul pada pasien dengan infeksi N. gonorrhoeae yang rentan terhadap ciprofloxacin: dosis 400 mg diberikan 2 kali sehari selama minimal 14 hari.
  • Infeksi intraabdomen: dosis 400 mg diberikan 2 kali sehari selama 5-14 hari.
  • Diare: dosis 400 mg diberikan 2 kali sehari selama 1-5 hari, yang disesuaikan dengan patogennya.
  • Demam tifoid: dosis 400 mg diberikan 2 kali sehari selama 7 hari.

Cara Penyimpanan Bernoflox

  • Bernoflox Infus: Simpan pada suhu antara 5-30 derajat Celsius, di tempat kering dan sejuk.
  • Bernoflox Kaplet dan Tablet: Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celsius, di tempat kering dan sejuk.

Artikel Lainnya: Makanan dan Minuman Pantangan Saat Alami Infeksi Saluran Kemih

Efek Samping Bernoflox

Efek samping bernoflox yang dapat terjadi dalam penggunaan, antara lain:

  • Sakit kepala.
  • Mual.
  • Diare.
  • Sering buang gas.
  • Nyeri otot.
  • Nyeri sendi.
  • Trombositopenia.
  • Gatal-gatal.
  • Hipoglikemia.

Overdosis

Gejala dan penanganan overdosis terhadap obat bernoflox adalah sebagai berikut.

  1. Gejala

Gejala overdosis obat dapat berupa:

  • Sakit kepala.
  • Badan lemas.
  • Perut terasa tidak nyaman.
  • Halusinasi.
  • Kristaluria.
  • Masalah pada ginjal dan hati. 
  1. Penanganan

Pengobatan simtomatik dapat dilakukan pada pasien yang mengalami overdosis obat bernoflox. Penanganan sendiri hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional. Adapun langkah-langkah yang dapat diberikan, antara lain:

  • Melakukan tindakan bilas lambung.
  • Memberikan cairan secara memadai.
  • Memantau fungsi jantung, ginjal, dan tingkat asam urine. 

Kontraindikasi

Hindari penggunaan pada orang-orang yang memiliki riwayat alergi terhadap ciprofloxacin dan quinolone lainnya. 

Artikel Lainnya:  Terkena Gangguan Prostat, Bagaimana Mengatasinya?

Interaksi Obat

Bernoflox tidak boleh digunakan bersamaan dengan jenis-jenis obat di bawah ini:

  • Obat-obatan pengencer darah.
  • Probenecid.
  • Methotrexate.
  • Tizanidine.
  • Suplemen kalsium, zat besi, dan zink. 

Kategori Kehamilan

Kategori C: Studi pada hewan telah memperlihatkan adanya efek berbahaya pada janin. Namun, penelitian yang serupa terhadap janin manusia masih kurang memadai. 

Peringatan Menyusui

Belum diketahui bila kandungan bernoflox dapat terserap ke dalam ASI. Sebelum penggunaan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter.

Artikel
    Penyakit Terkait