Sukses

Pengertian Benostan

Benostan adalah sediaan obat dengan kandungan zat aktif Asam Mefenamat yang digunakan sebagai terapi jangka pendek untuk membantu mengobati nyeri ringan sampai berat. Obat ini juga digunakan untuk mengurangi rasa sakit akibat kehilangan darah selama periode menstruasi. Benostan bekerja dengan memblok zat kimia tertentu dalam tubuh yang menjadi penyebab rasa sakit dan nyeri.

Keterangan Benostan

  1. Benostan Kaplet
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS).
    • Kandungan: Asam Mefenamat 500 mg
    • Bentuk: Kaplet Salut Selaput.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Kaplet.
    • Farmasi: Bernofarm.
  2. Benostan Suspensi
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS).
    • Kandungan: Asam Mefenamat 50 mg/ 5 mL.
    • Bentuk: Suspensi.
    • Satuan Penjualan: Botol.
    • Kemasan: Box, 1 Botol @ 60 mL.
    • Farmasi: Bernofarm.

Kegunaan Benostan

Benostan digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang pada sakit kepala, sakit gigi, nyeri haid primer, nyeri reumatik, nyeri otot, dan nyeri paska operasi.

Dosis & Cara Penggunaan Benostan

Benostan termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.

  1. Benostan Kaplet
    • Dewasa dan anak usia > 14 tahun: 1 kaplet, diminum 3 kali sehari.
  2. Benostan Sirup
    • Dosis pemberian: 1 sendok takar, diminum 3 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Benostan

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Benostan, antara lain:

  • Mual, muntah
  • Diare
  • Pusing, sakit kepala
  • Perdarahan lambung
  • Gatal, ruam pada kulit

Kontraindikasi
HIndari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Hipersensitif terhadap asam mefenamat, aspirin atau OAINS lainnya.
  • Pasien dengan penyakit radang usus, radang kronis saluran gastrointestinal atas atau bawah, gagal ginjal. Serta riwayat asma (Kondisi ketika saluran udara meradang, sempit dan membengkak, dan menghasilkan lendir berlebih sehingga menyulitkan bernapas), kulit melepuh, reaksi tipe alergi.

Interaksi Obat

  • Penggunaan bersamaam dengan anti fungal atau anti jamur dapat mengubah efektifitas dan keamanan nya.
  • Dapat meningkatkan efek toksisitas (bahaya) dari methotrexate.
  • Mengurangi respon tekanan darah dengan Inhibitor ACE (seperti analapril, captopril) atau Angiotensin II (seperti losartan dan valsartan).
  • Meningkatkan resiko pada saluran cerna dengan penggunaan aspirin.
  • Dapat mengurangi efek dari furosemide dan diuretik thiazide lainnya.
  • Mengurangi bersihan lithium ginjal dan meningkatkan kadar plasma lithium.
  • Meningkatkan efek koagulan dengn warfarin.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Benostan ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Benostan ke dalam Kategori D (Hindari selama trimester ke-3 atau menjelang persalinan):
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Overdosis

  • Gejala: Kelesuan, mengantuk, sakit kepala, mual, muntah, nyeri epigastrium, perdarahan saluran pencernaan. Jarang, diare, disorientasi, eksitasi, tinitus, pingsan, hipertensi, gagal ginjal akut, depresi pernapasan, dan koma.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Berikan arang aktif atau pertimbangkan induksi mual dalam 4 jam setelah menelan karena overdosis besar. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait